Nabire, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH memberikan bantuan Rp500 juta untuk Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ilaga, di ibu kota Kabupaten Puncak.
Bantuan itu diserahkan Gubernur Nawipa saat melakukan kunjungan kerja atau kunker ke Kabupaten Puncak, Sabtu (26/09/2026).
Bantuan kesehatan yang diberikan Gubernur Nawipa itu untuk membiayao pasien orang asli Papua (OAP), yang dirujuk guna perawatan kesehatan di luar Kabupaten Puncak. Bantuan dana Rp500 juta bagi RSUD Ilaga itu untuk mendukung proram “KO HARUS SEHAT”.
Gubernur Nawipa mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah membantu RSUD Ilaga lewat program “KO HARUS SEHAT” Rp1,5 miliar pada tahun anggarana 2025.
Tahun ini, selain memberikan bantuan dana, Gubernur Nawipa juga membantu RSUD Ilaga berbagai peralatan kesehatan.
Bantuan peralatan kesehatan itu, di antaranya electro counter, kalibrasi peralatan, partus set, reagen puskesmas, lampu operasi mobile, peralatan laboratorium kimia dan hematologi, EKG, USG, dan dukungan rehabilitasi ruang radiologi.
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan untuk masyarakat Puncak, terutama pasien orang asli Papua, yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi dan membutuhkan pelayanan lanjutan di luar Kabupaten Puncak,” kata Gubernur Nawipa.
Gubernur Nawipa juga menyampaikan bahwa Puskesmas Gome akan menjadi puskesmas percontohan, yang langsung dibina oleh gubernur.
Katanya, penguatan layanan kesehatan tidak hanya kepada rumah sakit, juga peningkatan pelayanan di puskesmas.
Karenanya, Puskesmas Gome akan menjadi salah satu fasilitas percontohan yang mendapat perhatian dan pembinaan langsung dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Yang diinginkan adalah pasien orang asli Papua yang tidak mampu, mendapatkan pelayanan gratis di rumah sakit dan Puskesmas di Ilaga. Apabila menderita penyakit berat, dapat segera dirujuk ke Timika atau Jayapura,” ucapnya.
Pada momentum itu, Gubernur Nawipa pun menegaskan pembangunan di Kabupaten Puncak, tidak boleh hanya berpusat di Ilaga, sebagai ibu kota kabupaten.
Akan tetapi pemprov mendorong pembangunan hingga ke distrik-distrik lain, agar pembangunan dapat dirasakan masyarakat lebih merata. (*)











