Nabire, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Tangguh dan Inklusif (BANGKIT) Papua Tengah di Aula Kantor Gubernur, di Kota Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa (21/07/2026).
Puluncuran program BANGKIT Papua Tengah yang dilakukan bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Papua Tengah ke-4 itu, sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan di Papua Tengah.
Gubernur Meki Nawipa, S.H dalam sambutannya saat peluncuran mengatakan, Program BANGKIT merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keluarga, perbaikan gizi anak, serta penyediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Menurut Gubernur Nawipa, Papua Tengah kini masih menghadapi tantangan berupa tingginya angka stunting yang mencapai 32,5 persen serta angka kemiskinan sekitar 28,91 persen.
Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan bekerja sama menyediakan data yang valid agar setiap program tepat sasaran.
“Ukuran keberhasilan seorang gubernur maupun bupati adalah mengetahui angka-angka pembangunan, seperti angka stunting, kemiskinan, dan kematian. Dari data itulah pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program BANGKIT telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Tengah sehingga diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pada tahap awal, program akan memprioritaskan pembiayaan bagi balita usia dua hari hingga empat tahun di empat kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa lahirnya Program BANGKIT merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan berbagai pihak, termasuk dukungan Pemerintah Australia, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Selain Program BANGKIT, Pemprov Papua Tengah juga terus menjalankan berbagai program sosial, di antaranya pembiayaan pendidikan bagi 550 mahasiswa, bantuan pendidikan BOSDA untuk 58.920 siswa SMP dan SMA, penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), serta penyediaan sekitar 50 ribu kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
Gubernur Nawipa menegaskan seluruh program tersebut harus didukung dengan data penerima yang valid agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Program ini adalah momentum bersejarah bagi Papua Tengah. Mari kita terus berkolaborasi membangun sumber daya manusia yang unggul agar kehidupan masyarakat Papua Tengah semakin baik,” ucapnya. (Welem Yeblo)

















