Mimika, Kalawaibumiofi.com | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, yang telah merespons positif Program Strategis Nasional (psn) melalui pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire menilai langkah Pemkab Mimika sangat berani dan visioner karena telah menganggarkan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan dan pendirian koperasi tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam menyambut program Koperasi Merah Putih. Bahkan, perhatian ini begitu besar hingga Menteri Koperasi sendiri hadir langsung meresmikannya,” ujar Yoti untuk Kalawaibumiofi.com Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, kehadiran Menteri Koperasi RI dalam acara peresmian tersebut menjadi bukti tingginya atensi pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi di Papua Tengah.
“Ini adalah program strategis nasional yang digagas oleh Presiden dan Wakil Presiden melalui Kementerian Koperasi. Kami juga mengapresiasi Menteri yang mau hadir jauh-jauh kesini. Koperasi ini diharapkan menjadi penyangga ekonomi masyarakat yang nyata dan membawa perubahan bagi masyarakat Papua Tengah,” tegasnya.
Yoti, juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Mimika sebagai kawasan industri yang tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga memiliki kekayaan alam di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus HIPMI adalah potensi Lidi Nipah yang tumbuh beriringan dengan pohon mangrove di wilayah pesisir, seperti di Kampung Atauka.
“Di sana ada potensi Lidi Nipah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis tinggi, namun selama ini belum dilirik pasar karena masyarakat belum paham cara mengolahnya. Kami melihat ini peluang bagus karena proses pengambilannya tidak merusak ekosistem, cukup mengambil rantingnya saja, tidak perlu menebang pohon,” jelasnya.
Selain Lidi Nipah, potensi kelapa dan lahan yang cocok untuk kakao juga menjadi perhatian yang perlu digarap serius.
HIPMI Papua Tengah menyatakan komitmennya untuk mendorong potensi-potensi tersebut agar memiliki nilai jual dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Kedepannya, HIPMI akan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Kampung, serta berbagai asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Apindo untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
“Kami akan mendorong agar potensi ekonomi ini bisa dikelola dengan baik. Tujuannya agar perputaran uang benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat menengah ke bawah,” pungkasnya.
Sekali lagi, pihaknya mengapresiasi langkah Bupati, Wakil Bupati, dan Menteri Koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih. [*]


















