Berita

​HIMBAUAN KAMTIBMAS DIREKTUR INTELKAM POLDA PAPUA TENGAH UNTUK ​MENJAGA STABILITAS KAMTIBMAS DAN MENAHAN DIRI PASCA-INSIDEN PENGANIAYAAN DI KAMPUNG WAGHETE, DISTRIK TIGI, KABUPATEN DEIYAI

1

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   HIMBAUAN KAMTIBMAS DIREKTUR INTELKAM POLDA PAPUA TENGAH UNTUK ​MENJAGA STABILITAS KAMTIBMAS DAN MENAHAN DIRI PASCA-INSIDEN PENGANIAYAAN DI KAMPUNG WAGHETE, DISTRIK TIGI, KABUPATEN DEIYAI, MAKA : ​

  1. Sehubungan dengan terjadinya peristiwa tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka pada hari Rabu, 28 Januari 2025 di Jalan Poros Kampung Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Direktorat Intelkam Polda Papua Tengah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.
  2. ​Guna mencegah terjadinya eskalasi konflik, penyebaran berita bohong (hoax), serta demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Provinsi Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Deiyai dan Nabire, Direktur Intelkam Polda Papua Tengah KBP SUPRIAGUNG, S.I.K., MH menhimbauan kepada seluruh lapisan masyarakat di Deiyai dan Nabire sebagai berikut:

​A. Percayakan Penegakan Hukum kepada Polri

​      Polda Papua Tengah bersama Polres Deiyai sedang melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang mengonsumsi miras dan melakukan tindakan anarkis tersebut. Kasus ini murni merupakan tindak pidana kriminal dan bukan konflik antar kelompok atau suku.

​B. Menahan Diri dan Tidak Melakukan Aksi Balasan

​      Kami meminta dengan sangat kepada keluarga korban, paguyuban suku (Biak dan Buton)), serta seluruh masyarakat di Deiyai dan Nabire untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau aksi balas dendam yang dapat merugikan diri sendiri dan merusak kedamaian yang sudah terbangun di Papua Tengah.

​c.  Saring Sebelum Sharing (Waspada Hoax & Provokasi)

​      Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan menyebarkan foto/video kondisi korban di TKP yang dapat memicu kemarahan, dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan.

​d.  Tokoh Masyarakat sebagai Penyejuk

​      Memohon bantuan kepedulian dari para Tokoh Adat (termasuk Tokoh Suku Mee), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Ketua-Ketua Paguyuban Nusantara untuk aktif meredam emosional warganya, memberikan pemahaman yang menyejukkan, serta membantu pihak kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif.

​e.  Larangan Tegas Mengonsumsi Miras

​      Insiden tragis ini dipicu oleh pengaruh Minuman Keras (Miras). Kami menegaskan kembali larangan penjualan dan konsumsi miras secara ilegal. Kepolisian akan menindak tegas siapapun yang melakukan keributan akibat pengaruh miras demi keselamatan publik.

​Mari kita bersama-sama menjaga tanah Papua Tengah sebagai rumah yang aman, damai, dan penuh toleransi bagi seluruh suku, ras, dan agama. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version