Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Kabupaten Nabire – Papua Tengah, melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP Nabire, Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIT. Ziarah ini dalam rangka peringatan HUT perjuangan Kapitan Pattimura ke-209 Tahun 2026, yang merupakan awal rangkaian kegiatan HUT Pattimura. Selain Ziarah, siang nanti pukul 14.00 WIR akan digelar bakar obor di Tugu Pattimura, Jalan Frans Kaisepo. Ziarah dirangkai dalam satu upacara dilanjutkan dengan tabur bunga.
Ketua Ikemal Nabire, Edward Berhitu menjelaskan, rangkaian kegiatan ini telah disusun secara matang, dimulai dari perawatan situs bersejarah Tugu Pattimura, Ziarah ke TMP hingga puncak yang sarat makna filosofis yakni makan Patita di pantai Jesbri, Boratei Kampung Air Mandidi Minggu nanti.
“Kami dari Ikemal Nabire menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk memperingati hari bersejarah ini. Dimulai dengan kegiatan pembersihan dan pembersihan serta penyiapan Tugu Pattimura. Tempat ini selalu kami rawat dan jaga keberadaannya, karena tugu tersebut adalah monumen yang kami bangun bersama persaudaraan 35 tahun yang lalu,” ungkap Edward kepada awak media.
Agenda kedua, yakni melakukan ziarah di makam pahlawan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan yang berkaitan erat dengan sejarah perjuangan pahlawan nasional Kapitan Pattimura dan rekan-rekan seperjuangannya.
Puncak rangkaian acara hari ini, Jumat (15/5), akan dilaksanakan prosesi pembakaran Obor Pattimura di kawasan Tugu Pattimura, yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIT.
Menurut Edward, tradisi menyalakan obor ini memiliki makna mendalam dan menjadi simbol semangat juang yang tidak pernah padam.
“Prosesi ini melambangkan bagaimana Pattimura berjuang dan arti perjuangannya itu tetap kami pelihara sebagai anak cucu orang Maluku. Di sini tertanam nilai-nilai luhur tentang bagaimana orang Maluku itu cinta tanah air, tidak mau dijajah, tidak mau direndahkan, dan selalu menjunjung harga diri. Setiap tahun kami pasti menyalakan obor ini untuk mengenang, memperingati, dan mengingatkan kembali nilai-nilai tersebut,” ungkap Edward.
Rangkaian kegiatan belum berakhir di situ. Ikemal Nabire masih menyiapkan agenda penutup yang direncanakan digelar pada hari Minggu, (17/5) mendatang, tepatnya pukul 11.00 WIT di kawasan Pantai Jespri. Di lokasi tersebut, seluruh warga masyarakat keturunan Maluku di Nabire akan berkumpul untuk melaksanakan tradisi adat Makan Patita.
Edward menjelaskan, Makan Patita bukan sekadar acara makan bersama, melainkan wujud nyata dari filosofi hidup masyarakat Maluku: Alerasa, Betarasa.
“Filosofi Makan Patita kami adalah wujud nyata dari prinsip hidup kami orang Maluku, yaitu ‘Alerasa Betarasa’. Artinya, dalam tradisi ini tidak ada sekat sosial, tidak ada pembedaan antara miskin atau kaya. Semua duduk dan makan bersama-sama. Itulah makna dari Alerasa, Betarasa,” paparnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, tradisi ini mengajarkan persaudaraan sejati. Di meja makan itu, segala perbedaan hilang, segala masalah selesai, dan semua orang dianggap setara sebagai saudara.
“Intinya, kita adalah orang bersaudara. Tidak ada sekat-sekat sosial, tidak ada perdebatan, dan semua persoalan dianggap selesai di tengah kebersamaan makan bersama. Inilah inti dari agenda Ikemal Kabupaten Nabire dalam rangka memperingati Hari Perjuangan Rakyat Maluku ke-209 ini,” pungkas Edward Berhitu. [*]
