Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Inilah Homili Pastor Sudri saat Misa Requiem mengenang mendiang Paus Fransiskus

19
×

Inilah Homili Pastor Sudri saat Misa Requiem mengenang mendiang Paus Fransiskus

Sebarkan artikel ini
Suasana Misa Requiem mengenang Wafatnya Paus Fransiskus, Kamis (24/04/2025. – Kalawaibumiofi/Tangkapan Layar Youtube.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Senin, 21 April 2025, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, Paus Fransiskus dikabarkan meninggal dunia. Sang pemimpin yhang rendah hati itu telah tiada, dan umat Katolik bahkan hamper Sebagian besar umant di dunia merasa kehilangan seorang bapak.

Maka doa Bapak Paus Fransiskus tidak hanya datang dari umat Katolik, tetapi juga dari berbagai agama lain dan komunitas internasional. Banyak orang dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan yang menghormati Paus Fransiskus karena kepemimpinannya yang rendah hati, komitmennya terhadap keadilan sosial, dan upayanya untuk membangun jembatan antara berbagai komunitas.

Example 300x600

Paus Fransiskus dikenal karena pendekatannya yang inklusif dan dialogis, serta karena upayanya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama antaragama dan perdamaian dunia. Banyak orang dari berbagai agama, termasuk Kristen, Islam, Yahudi, Buddha, Hindu, dan lain-lain, telah menyatakan rasa hormat dan doa mereka untuk Paus Fransiskus selama masa kepemimpinannya. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual dapat melampaui batas-batas agama dan membangun jembatan antara berbagai komunitas.

Dan salah satu gereja yang turut mendoakan mendiang Paus Fransioskus adalah Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire. Menggelar doa dan misa requimen kepada mendiang Paus.

Misa ini dipimpin oleh Pastor Yonahes Adrianto Dwi Mulyono, SJ didampingi beberapa Pastor , antara lain; Pastor Yohanes Sudriyanto, SJ yang menyampaikan Khotbah, Pastor Vincentius Seni Hari Yulianto, SJ, Pastor Yacobus Toto Prakoso, SJ, Pastor Agus Purwantoro, SJ, Pastor Agustinus Purwantoro, Pastor Ricardua Sani Wibowo, SJ serta Pastor Harry Setuanti Sunaryo, SJ.

Sebelum misa dilangsungkan, beberapa sambutan datang dari ketua Dewan Paroki dan Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah, bapak Ignasius Adii mewakili Pemerintah Provinsi. Kemudian pemberian plakat Paus Fransiskus direrahkan oleh Pastor Yohanes Agus Setiyono, SJ, kepada Ketua FKUB Papua Tengah dan Ketua Dewan Paroki KSK.

“Seorang Gembala yang Dekat dengan Hati Umat” deminiian tema yang diusung saat Misa Kenangan Wafatnya Paus Fransiskus, dengan bacaan: Filipi 2:1-11 & Yohanes 10:11-16 yang disajikan Pastor Yohanes Sudriyanto, SJ. Kamis (24/04/2025) petang tadi.

Kepergian  Paus Fransiskus, memandahkan bahwa Gereja Katolik dan Dunia pernah memiliki sosok Paus yang mampu menyentuh banyak orang di seluruh dunia, dengan contoh dan keteladannannya, bukan sekedar dengan kata-kata.

Ia (Paus Fransiskus) hadir sebagai pendobrak kebekuan Gereja dan terang bagi bangsa-bangsa. Saya belum pernah bertemu secara langsung dengan Bapa Suci. Ketika berkunjung ke Jakarta dan Papua Nugini, saya hanya mengikuti lewat layar youtube. Begitu banyak orang berusaha mendekat.

Mereka percaya dengan berada di dekat Bapa Suci, mereka bisa memperoleh energi penyembuhan, pencerahan, dan peneguhan. Hanya dengan menyaksikan beliau lewat layar youtube, saya banyak terharu dan menangis. Beliau adalah orang suci. Ada banyak sekali contoh dan keteladanannya yang bisa kita kenang dan ikuti.

Setidaknya ada 6 point yang bagi saya sangat menarik, yakni;

  1.  Sosok Seorang Gembala yang dekat dengan hati umat. Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Paus Fransiskus menghidupi sabda ini. Ia bukan Paus yang hanya duduk di tahta tinggi, tetapi Paus yang “turun ke jalan” — yang mencium kaki para pengungsi, mencuci kaki narapidana, mengunjungi daerah perang dan bencana. Ia menjadi gembala yang berani terluka demi umatnya. Dan untuk kita yang tinggal di Tanah Papua, yang merasakan suka duka bersama orang-orang dari segala suku,, Paus Fransiskus seperti suara Tuhan berkata: “Kamu berharga. Kamu dicintai. Kamu tidak sendiri.”
  2.  Mengosongkan Diri, Merendahkan Diri Dalam surat kepada jemaat di Filipi 2, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus “mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan taat sampai mati.” Inilah juga jalan yang ditempuh oleh Paus Fransiskus. Saat dipilih menjadi Paus, ia tidak memilih nama agung atau gelar kebesaran. Ia memilih nama sederhana: “Fransiskus”, nama dari santo Fransikus Asisi, seorang pembaharu Gereja, yang mencintai orang kecil dan alam semesta. Ia berkata, “Saya ingin Gereja yang miskin, untuk orang miskin.” Bagi kita di Papua, tempat di mana kekayaan alam begitu melimpah namun banyak warga hidup dalam keterbatasan yang kompleks, itu seperti Tuhan berkata kepada kita: “Kau tidak jauh dari hati-Ku. Aku datang untuk kau punya hidup.”
  3.  Slogan Kepausan: Miserando atque eligendo – Dikasihi dan Dipilih Moto hidup Paus Fransiskus: “Dipandang dengan belas kasih dan dipilih.” Ia sendiri merasa bukan orang hebat, tetapi ia percaya bahwa Tuhan memilih dia karena cinta, bukan karena kehebatan. Tuhan adalah belas kasih. “God is Mercy.” Itulah juga kita. Di mata dunia kita kecil. Tapi di mata Tuhan, kita besar karena kita dikasihi. Di tengah api kebencian, kecurigaan, dan ketakutan yang mewarnai hubungan-hubungan di masyarakat, Tuhan tetap memanggil kita untuk mengasihi. Di tengah penderitaan, Tuhan tetap meneguhkan kita untuk menjadi terang.
  4.  Kesederhanaan yang Menyentuh Dunia Paus Fransiskus hidup sederhana: Ia menolak tinggal di istana Vatikan. Ia naik mobil kecil. Ia pakai sepatu biasa. Ia makan di ruang makan bersama orang lain. Kesederhanaannya bukan gaya — itu pernyataan iman. Bahwa kuasa sejati bukan ada pada tahta, tapi pada kasih yang melayani. Dan ini sangat akrab bagi kita di Papua — yang hidup dengan segala keterbatasan, tapi tahu bagaimana hidup dengan hati, saling tolong dan kasih. Ia berkata: “Gembala harus berbau seperti dombanya.” Dan ia melakukannya — ia menjadi seorang pemimpin yang berjalan bersama umat.
  5.  Suara Perdamaian di Tengah Dunia yang Berdarah Dalam dunia yang dilanda peperangan dan kekerasan, Paus Fransiskus berseru: “Tidak ada perang yang suci.” Ia berkata bahwa perdamaian harus dibangun dengan keadilan, bukan dengan senjata. Ia menangis untuk mereka yang disakiti — termasuk bagi mereka yang menderita karena konflik, kekerasan, dan kehilangan. Apakah kita terus-menerus mau mempertahankan system yang menciptakan konflik dan kekerasan tiada henti? Tahun 2019, dengan rendah hati ia mencium kaki para pemimpin Sudan untuk segera mengakhir perang dan membangun perdamaian. Ia mendesak bangsa-bangsa menghentikan perang. Ia mengajak kita semua untuk berhenti membenci dan balas dendam, untuk membuka hati dan berdamai, mulai dari rumah, dari tetangga, dari kampung.
  6.  Bumi sebagai Rumah Bersama yang Harus Kita Jaga Paus Fransiskus juga sangat mencintai bumi. Dalam ensikliknya Laudato Si’, ia menulis: “Bumi, rumah kita ini, mulai tampak seperti tumpukan sampah.” Sebagai orang Papua yang hidup dari tanah, dari sungai, dari hutan — kita tahu betapa pentingnya alam ciptaan. Paus Fransiskus mengingatkan: Menjaga bumi adalah bagian dari iman. Jangan sembarang babat hutan. jangan sembarang keruk tambang. Jangan sembarang buang sampah. Kalau kita cinta Tuhan, kita harus cinta pohon, cinta sungai, cinta gunung. Karena semua itu adalah sesama ciptaan Tuhan.

Saudara-saudariku, Paus Fransiskus telah selesai berlari. Tapi jalan yang ia tempuh kini ditaruh di tangan kita. Jalan itu adalah: • jalan kerendahan hati;

• jalan belas kasih.

• jalan kesederhanaan.

• jalan perdamaian.

• dan jalan cinta pada semua ciptaan.

Mari kita lanjutkan apa yang dia mulai. Mari kita jadi gembala-gembala kecil di tanah Papua ini:

• yang tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

• yang tidak menyerah karena segala keterbatasan, • dan yang tidak lupa bahwa kita dikasihi dan dipilih. Amin.[*]

Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

Example 300250
Example 120x600