Pendidikan

Jembatan sering rusak SMA N 3 Nabire libatkan Komite, siswa dan masyarakat perbaiki

232
aktifitas perbaikan jembatan Sanoba bawah I, yang dilakukan oleh para guru, siswa-siswi SMA N 3 bersama warga dan komite sekolah. Kamis (12/8/2021) – BumiofiNavandu.

Nabire, BumiofiNavandu – SMA Negeri 3 Nabire di Kampung Sanoba Distrik Nabire, Nabire-Papua memperbaiki salah satu jembatan yang rusak (kayu sering lapuk dan terlepas). Kegiatan tersebut melibatkan seluruh guru dan siswa-siswa, komite sekolah serta masyarakat disekitar jembatan.

Pasalnya, jembatan ini merupakan salah satu akses penghubung antara Kampung Sanoba (Distrik Teluk Kimi dan Kelurahan Siriwini Distrik Nabire). apalagi merupakan akses yang silalui masyarakat Kampung Sanoba bawah, juga terdapat beberapa Sekolah baik di Daerah Tesebut.

Kepala Sekolah SMA N 3 Nabire Titis Sulistiowati pada Kamis, (12/8/2021) di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, perbaikan jembatan merupakan bakti sosial menjelang HUT SMA N 3 Nabire yang ke-17 pada tanggal 15 Agustus 2021 nanti. Yang mana bakti social merupakan agenda rutin setiap Tahunnya. Hamya saja, pilihan baksos jatuh pada perbaikan jembatan yang menuju ke sekolah SMA N 3.

“Sebenarnya ini baksos rutin tiap Tahun yang kami lakukan. Biasanya jelang Natal Tahun Baru atau Lebaran atau HUT sekolah kami ke panti-panti asuhan. Hanya karena kebetulan jembatan ini sedang rusak maka keputusannya diperbaiki,” kata Sulistiowati.

Hal mendasar dalam perbaikan jembatan tersebut menurutnya, adalah karena sebagai akses utama siswa-siswa SMA N 3 menuju sekolahnya dan warga dari Kampung Sanoba. Selain itu jembatan tersebut telah banyak memakan korban terutama pengguna jalan termasuk ibu-ibu guru dan siswa yang melalui pulang pergi ke Sekolah. Sebab bila hujan kayunya licin, belum lagi kalau layunya lapuk atau bantalan kayunya terlepas.

Sehingga, dewan guru telah berseakat untuk memperbaiki dan sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Lurah Siriwini dan Kepala Kampung Sanoba untuk memperbaiki.

“Ibu guru atau siswa lewat pas hujan sering jatuh karena licin. Apalagi kalau kayunya terlepas atau rusak. Pernah kayu lapuk atau rusak total sampai aksesnya terputus, jadi kami izin ke Lurah dan Kakam untuk perbaiki,” tuturnya.

Maka lanjut dia, perbaikan tersebut tidak memiliki maksud lain selain untuk menciptakan rasa aman dan nyaman warga, guru dan siswa-siswa yang sering melewati.

Dan biaya perbaikan jembatan tersebut diperoleh dari swadaya dewan guru bersama komite SMA N 3 Nabire. yang diperoleh dari keiatan rutin humas sekolah dalam mengumpulkan dana suka rela untuk keegiatan bakti sosial.

“Biayanya dari kami sendiri, swadaya dari sumbangan suka rela guru dan komite untuk menunjang kebiasal social sekolah,” lanjut Sulistuowati.

Ketua Komite Sekolah SMA N 3 Nabire, Utrecht Marey menyatakan sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam perbaikan jembatan penghubung. Marey bahkan mengakuh telah beberapa kali melakukan loby ke pemerintah untuk menyampaikan kepada penanggungjawab jalan dan jembatan namun hingga kini tak kunjung mendapatkan jawaban.

“Saya sangat mendukung pekerjaan perbaikan jembatan ini. sebab, bukan hanya anak sekolah tapi masyarakat juga gunakan. Sudah beberapa kali saya sampaikan dan lobi tapi belum ada tanggapan sampai sekarang,” ungkap Marey.

Salah seorang siswa kelas XI, Aloni Bagubau menambahkan bahwa terkadang jika jembatan rusak, ia harus berputan melewati jalan  atas (jalan menuju Pelabuhan) dan melewati Kampung Sanoba lalu berputar balik menuju sekolah. Jika demikian waktu yang ditempuh bisa mencapai 10 sampai 20 menit untuk tiba di sekolah.

“Padahal kalau jembatan bagus kita cepat saja tiba di sekolah. Jadi ini kami perbaiki supaya bagus untuk dilalui,” pungkasnya.

Titis Sulistiowati maupun Utrecht Marey berharap, agar Pemerintah dapat memperhatikan jembatan tersebut utuk diperbaiki atau membangun jembatan yang parmanen sebagai akses untuk masyarakat dan siswa-siswi di sana. apalagi bukan hanya akses untuk SMA N 3 atau masyarakat setempat namun terdapat beberapa sekolah lain yakni SD, SMP dan salah satu sekolah kejuruan yang menggunakan jembatan tersebut sebagai penyeberangan.(*)

error: Content is protected !!
Exit mobile version