Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Jemy Pigome: Persiapan KONSIN XII di Manokwari Terus Dikebut

4
×

Jemy Pigome: Persiapan KONSIN XII di Manokwari Terus Dikebut

Sebarkan artikel ini
Rapat panitia KONSIN XII di Manokwari. Minggu (1/11/2026), – Dok Untuk Kalawai.

Manokwari, Kalawaibumiofi |  Panitia Konferensi Sinode (KONSIN) XII Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan konferensi pada 16–21 November 2026 di Manokwari, Papua Barat. Salah satu hal yang menjadi perhatian panitia ialah perubahan jadwal pelayaran kapal Pelni yang berpotensi mempengaruhi mobilisasi peserta dari sejumlah wilayah di Tanah Papua.

Ketua Panitia KONSIN XII, Ir. Jemy Pigome, ST. M.ling, mengatakan persiapan perlengkapan peserta, materi konferensi, akomodasi, dan kebutuhan administrasi telah dilakukan. Saat ini, panitia sedang mengejar penyelesaian pembangunan gedung yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan konferensi.

“Persiapan perlengkapan peserta dan materi sudah kami siapkan. Sekarang kami sedang mengejar penyelesaian pembangunan gedung tempat pelaksanaan. Dalam satu minggu ke depan kemungkinan sudah bisa selesai,” kata Jimi kepada Kalawaibumiofi.com, Senin (2/11/2026).

Menurut Jimi, persoalan transportasi laut menjadi salah satu tantangan yang sedang diantisipasi. Panitia sebelumnya telah mengatur dua titik kumpul peserta yang menggunakan transportasi laut, yakni Depapre dan Nabire.

Berdasarkan jadwal awal, kapal dari Depapre direncanakan melanjutkan perjalanan melalui Nabire sebelum tiba di Manokwari pada 13 November 2026. Dengan jadwal tersebut, peserta masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum pembukaan konferensi.

Namun, panitia kemudian menerima informasi perubahan jadwal pelayaran kapal Pelni dari Jayapura menuju Nabire. Kapal yang sebelumnya dijadwalkan tiba di Nabire pada 12 atau 13 November mengalami penundaan.

“Kami baru mendapat informasi resmi dari Pelni bahwa jadwal pelayaran kapal dari Jayapura menuju Nabire mengalami penundaan. Awalnya dijadwalkan tiba tanggal 12 atau 13 November, tetapi sekarang bergeser menjadi tanggal 16 November,” tuturnya.

Jemy menjelaskan, perubahan jadwal tersebut menjadi perhatian panitia karena dapat memengaruhi perjalanan peserta yang menggunakan transportasi laut. Meski demikian, panitia tetap mempersiapkan pelaksanaan konferensi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni 16–21 November 2026.

Selain transportasi laut, panitia juga memantau kondisi cuaca dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu penerbangan dari sejumlah wilayah, terutama Lapago dan Meepago.

Namun, berdasarkan informasi yang dipantau panitia dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca berangsur membaik sehingga akses penerbangan menuju Manokwari mulai berjalan lancar.

“Menurut laporan rekan-rekan di BMKG yang terus kami pantau, kondisi cuaca berangsur-angsur membaik. Akses transportasi udara ke Manokwari juga mulai lancar,” jelasnya.

Panitia siapkan akomodasi 800 peserta

Jemy memperkirakan jumlah peserta resmi yang akan mengikuti KONSIN XII sekitar 800 orang, belum termasuk undangan dan warga jemaat yang kemungkinan datang untuk menyaksikan konferensi.

Setiap klasis mengutus enam orang peserta. Dengan jumlah 104 klasis, panitia memperkirakan sekitar 624 orang akan hadir sebagai utusan klasis, di luar unsur undangan dan peserta lainnya.

Menurut Jemy, KONSIN merupakan forum tertinggi dalam organisasi KINGMI di Tanah Papua. Salah satu agenda penting konferensi tersebut adalah pemilihan Ketua Sinode sehingga kehadiran utusan dari setiap klasis menjadi perhatian panitia.

“Untuk kebutuhan peserta saat pelaksanaan konferensi, semuanya sudah kami siapkan. ID card sudah disiapkan, penginapan juga sudah kami siapkan. Tinggal mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan umat yang datang diluar peserta resmi,” katanya.

Panitia telah berkoordinasi untuk menyiapkan penginapan di sejumlah hotel dan wisma di Manokwari. Selain itu, kebutuhan perlengkapan peserta dan materi konferensi juga telah dipersiapkan.

Gubernur Papua Barat siap mendukung

Jemy mengatakan, panitia bersama BPH Sinode KINGMI telah melaporkan kesiapan pelaksanaan KONSIN XII kepada Gubernur Papua Barat selaku tuan rumah.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Gubernur Papua Barat dan dihadiri jajaran BPH Sinode, perwakilan klasis tuan rumah, Klasis Sorong dan Fakfak, serta panitia KONSIN XII.

Menurutnya, Gubernur Papua Barat menyatakan kesediaannya mendukung dan bekerja sama dengan pihak gereja untuk menyukseskan pelaksanaan konferensi.

Selain pemerintah provinsi tuan rumah, panitia juga mengundang enam gubernur di Tanah Papua, DPR, serta sejumlah kementerian di tingkat pusat, antara lain Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hak Asasi Manusia, dan Kementerian Hukum.

Jemy mengatakan panitia akan terus berkoordinasi dengan BPH Sinode dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan konferensi terpenuhi sebelum hari pelaksanaan.

Panitia juga berencana menerbitkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh wilayah dan klasis setelah seluruh persiapan dan koordinasi difinalisasi.

KONSIN XII KINGMI di Tanah Papua mengusung tema “Berubah untuk Menjadi Kuat”, yang diambil dari Roma 12:1–2. Konferensi tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk menentukan arah pelayanan dan kepemimpinan gereja di Tanah Papua. [*]

error: Content is protected !!