Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lintas Papua Tengah

Julius Sapugau: Dukungan Pemerintah Percepat Pembangunan Gereja GKII Laodikia Jayanti, Target Ibadah Natal 2026

30
×

Julius Sapugau: Dukungan Pemerintah Percepat Pembangunan Gereja GKII Laodikia Jayanti, Target Ibadah Natal 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Laodikia Jayanti, Julius Japugau, Kamis (05/02/2026), – Kalawai/Yan Betai.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi. com |  Pembangunan Gedung Gereja GKII Loadikia Jayanti resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan di Jayanti, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (05/02/2026).

Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan berlangsung dalam suasana penuh syukur.

Example 300x600

Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, serta jemaat Loadikia  Jayanti. Acara diawali dengan ibadah dan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh pimpinan Majelis Injili Indonesia (MII) Wilayah III, Pendeta Yuhakim Mote, dengan pembacaan Alkitab dari Kitab Matius 3:10–11.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Loadikia Jayanti, Julius Sapugau, mengatakan pembangunan rumah ibadah tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan gereja.

“Dukungan pemerintah sangat membantu, terutama melalui dana hibah yang telah dibahas bersama Bupati Intan Jaya. Hal ini menjadi penyemangat bagi panitia dan jemaat,” ujar Julius.

Ia menjelaskan, berkat dukungan tersebut panitia berhasil melakukan pembatasan dan perluasan lahan hingga mencapai ukuran 118 x 79 meter. Di atas lahan tersebut direncanakan pembangunan gedung gereja dengan dimensi 36 x 24 meter.

“Puji Tuhan, lahan yang sebelumnya terbatas kini sudah diperluas agar dapat menampung kebutuhan jemaat yang terus bertambah,” katanya.

Julius menegaskan, panitia menargetkan pembangunan Gedung Gereja Laodikia Jayanti dapat rampung pada Desember 2026, sehingga jemaat dapat melaksanakan ibadah Natal di gedung baru.

“Komitmen kami, jika Tuhan menghendaki, pada bulan Desember nanti jemaat sudah bisa beribadah di gedung baru ini. Setelah peletakan batu pertama, pekerjaan fisik langsung dimulai, bahkan besok para tukang sudah mulai bekerja,” tegasnya.

Prosesi peletakan batu pertama ditutup dengan penyampaian terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gereja, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Bupati Intan Jaya yang hadir memberikan dukungan moril dan materiil. (Alvi/Yan Betai)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!