Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, duduk bersama masyarakat adat wilayah Lapago atau suku Dani yang berdomisili di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Mereka berbincang dan makan nasi bungkus bersama di teras Polres Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Karang Mulia, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana sederhana dan akrab. Samuel tidak memilih ruang pertemuan resmi, tetapi duduk bersama warga di teras kantor sambil mendengarkan cerita, keresahan, serta aspirasi masyarakat.
Di tengah perbincangan, Kapolres dan warga menyantap nasi bungkus bersama. Momen tersebut menjadi bagian dari komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat yang datang ke Polres Nabire untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus menunggu proses penyelesaian persoalan yang terjadi pada 2023.
Selain berdialog, Tatiratu juga memberikan bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat dari Sanoba Atas dan Kimi Atas.
Ia mengungkapkan kedatangan masyarakat ke Polres Nabire merupakan bagian dari upaya mereka menyampaikan kebutuhan dan mencari ruang komunikasi terkait persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
“Mereka menganggap Polres Nabire ini sebagai orang tua mereka. Mereka datang dengan kesadaran diri untuk menyampaikan kebutuhan mereka,” ungkap Samuel.
Menurutnya, dalam dua bulan terakhir telah dilakukan upaya untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan tersebut. Namun, masyarakat yang masih menunggu penyelesaian tetap membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, kata Samuel, bantuan sembako diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat selama proses penyelesaian masih berlangsung.
“Kami akan perhatikan lagi untuk menyelesaikan sisa persoalan yang dalam hal ini ada terkait dengan pembayaran,” tuturnya.
Mantan Kapolres Dogiyai ini berharap, seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut tetap menahan diri dan mengutamakan komunikasi. Ia juga mengajak kepala suku, tokoh adat, serta tokoh agama untuk ikut membangun komunikasi sehingga proses penyelesaian dapat berlangsung secara baik dan damai.
Polres Nabire, siap membuka ruang dialog dan menjadi mediator apabila kedua pihak telah menentukan waktu dan tempat untuk kembali bertemu.
“Kami dari Polres Nabire akan membuka diri, mempersilahkan saudara-saudara untuk datang ke Polres. Kami akan bertindak sebagai mediator antara kedua pihak yang terkait,” ujar Samuel.
Samuel juga mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dengan melibatkan kepala suku, tokoh adat, dan tokoh agama.
Pertemuan tersebut berlangsung aman dan terkendali. Momen Kapolres duduk dan makan nasi bungkus bersama warga menjadi bagian dari pendekatan langsung kepolisian kepada masyarakat.
Bagi Samuel, komunikasi tidak harus selalu berlangsung dalam ruang formal. Duduk bersama, mendengarkan dan makan bersama menjadi ruang untuk membangun komunikasi serta menjaga hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Apabila ada persoalan, mereka datang dan berbicara dengan kami sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat di Kabupaten Nabire,” pungkasnya. [*]
