Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menyatakan Kementerian Kelautan akan membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah membangun cold storage di Kabupaten Nabire dan Timika, Kabupaten Mimik pada 2027.
Ini disampaikan Wagub Geley usai bertemu para Dirjen Kementerian Kelautan di Kantor Kementerian Kelautan Jakarta, Kamis (29/10/2026).
“Kami bertemu pihak Kementerian Kelautan dengan beberapa Dirjen dan kami usulkan untuk pembangunan cold storage besar di Timika dan Nabire dan Kementerian akan jawab pada 2027,” kata Wagub Geley.
Katanya, prioritas utama adalah membangun cold storage besar di Nabire dan Timika, agar nelayan bisa menyimpan ikan mereka di cold storage. Dengan begitu ada peredaran uang di masyarakat nelayan.
“Selain itu kampung nelayan akan dibangun dan sekarang yang dibangun itu di Nabire ada enam kampung nelayan sedang dibangun dan Timika sembilan. Kementerian akan menambah lagi kampung nelayan,” ujarnya
Namun menurut Wagub Geley, ia menyampaikan kepada Kementerian Kelautan, untuk pembangunan kampung nelayan harus melibatkan Orang Asli Papua atau OAP.
Katanya, apabila pemenang tendernya adalah pengusaha nusantara di pusat, ia harus berkolaborasi dengan pengusaha lokal asli Papua. Misalnya melibatkan pengusaha lokal sebagai subkontrak.
“Misalnya proyeknya di Nabire yang kerjakan orang Nabire, proyeknya di Paniai ya orang Paniai yang kerjakan. Begitu pula di daerah-daerah lain agar jangan dana dari pusat kemudian orang pusat juga kejar dana itu sampai ke daerah,” ucapnya.
Wagub Geley menegaskan, orang Papua harus ambil bagian bekerja membangun negerinya sendiri. Tidak boleh jadi penonton. Sebab, kalau bukan mereka, siapa lagi yang akan diberdayakan.
Menurutnya, pemimpin hanya melobi, mengusulkan dan yang mengerjakan adalah anak-anak asli Papua. Yang bisa membangun Tanah Papua adalah anak Papua sendiri dan ini saya sudah sampaikan kepada Dirjen saat pertemuan dan Kementerian respons.
“Di Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai itu ada danau namanya Tigi, Tage, kami sampaikan untuk pembangunan pelabuhan kecil dan penampungan ikan air tawar danau, agar peredaran uang bisa jalan dan Kementerian merespons ini dengan baik,” katanya.
Sementara untuk Kabupaten Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya pihaknya mengusulkan agar ada kolam dengan luasnya 1.000 meter persegi di setiap kampung.
Tujuannya, agar masyarakat bisa memelihara ikan air tawar untuk mendorong peningkatan perekonomian warga.
“Kementerian pun merespons itu. Jadi apa yang ditugaskan Pak Gubernur kepada saya untuk beraudiensi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan sudah dijawab. Kita tinggal tunggu realisasinya pada 2027.”
Saat bertemua Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan, Wagub Geley menyampaikan apa yang menjadi kendala Pemprov Papua Tengah, agar dapat dibantu.
Sebab, sebagian program sudah dikerjakan Pemprov Papua Tengah. Namun perlu ada kolaborasi dengan pemerintah pusat, agar ada kesinambungan agar program Presiden dan Wakil Presiden bisa terjawab karena pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat. (*)
