Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Kepolisian Resor atau Polres Jayapura mengamankan sejumlah sampel makanan dan meminta keterangan dari 30 orang, menyusul kasus dugaan keracunan ratusan anak di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (04/08/2026).
Sampel makanan yang diamankan dari dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua di Distrik Depapre adalah sayur, tempe kecap, sisa makanan dalam keranjang, buah semangka, minyak bekas penggorengan, dan tiga porsi makanan MBG yang belum didistribusikan.
Polisi menyatakan, seluruh sampel telah dikirim ke Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Papua untuk diuji. Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan 30 orang yang mengetahui maupun terlibat dalam pelaksanaan program MBG di SPPG itu.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Jayapura, AKP Markus Axel Panggabean mengatakan pemeriksaan fokus pada proses pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusian kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, kasus dugaan keracunan ini masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti telah diamankan dan sedang diperiksa di laboratorium Polda Papua.
“Penyebab pasti belum dapat disimpulkan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Kami imbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Markus Axel Panggabean.
Katanya, pemeriksaan terhadap para pihak juga masih terus dilakukan untuk melengkapi alat bukti.
Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penanganan perkara ini akan disampaikan kepada masyarakat, sesuai hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan proses penyidikan akan dilakukan profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti dari peristiwa itu.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, personel Polres Jayapura langsung mendatangi lokasi. Melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan laboratorium forensik Polda Papua untuk pemeriksaan sampel makanan.
“Dalam proses olah TKP, penyidik memeriksa dua lokasi, yakni dapur MBG dan rumah koordinator MBG. Seluruh area yang berkaitan dengan proses pengolahan hingga penyimpanan makanan didokumentasikan dan diperiksa secara menyeluruh,” ujarnya. (Davine)
