Nabire, Kalawaibumiofi.com | Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Abed Madai, pemuda asli Papua berusia 24 tahun asal Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, untuk meraih kesuksesan.
Di balik keterbatasan fasilitas dan modal, Abed Madai memberanikan diri merintis bengkel motor di Kota Nabire, Kabupaten Nabire, ibu kota Papua Tengah sejak April 2025.
Awalnya, ia membuka bengkel di wilayah Kaladiri. Namun karena keterbatasan tempat, Abed Madai memindahkan usahanya ke Jalan Perintis Bumi Wonorejo, Kelurahan Bumiwonorejo, Kecamatan Nabire (sebelum jembatan Kali Bumi Wonorejo), dan bertahan di lokasi itu hingga kini.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena masih diberikan kesempatan untuk hidup dan beraktivitas. Bengkel ini saya bangun sendiri, tanpa bantuan modal dari pihak manapun,” kata Abed Madai saat ditemui di bengkel motor miliknya, Jumat (27/03/2026).
Ia mengaku belajar keterampilan mekanik secara otodidak melalui YouTube. Tidak pernah mengikuti pelatihan formal.
“Saya belajar sendiri dari YouTube, bukan dari teman atau kursus. Dari situ saya mulai memahami mekanik dan akhirnya memberanikan diri membuka bengkel,” ucapnya.
Dalam sehari, Abed Madai bisa meraup penghasilan Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung pada jumlah pelanggan dan ketersediaan alat di bengkel motor miliknya.
Dalam menjalankan usahanya, Abed bekerja seorang diri, sambil menempuh pendidikan di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Meski harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja, Abed tetap konsisten membuka bengkelnya setiap hari.
Ia mengingatkan generasi muda asli Papua, tidak bermalas-malasan dan bergantung pada orang tua. Katanya, kemandirian dan kemauan untuk belajar adalah hal yang penting.
Abed Madai berharap, akan semakin banyak anak muda Papua yang bangkit, berusaha, dan memanfaatkan peluang di tanah sendiri demi masa depan yang lebih baik.
“Saya harap teman-teman jangan hanya tinggal diam di rumah. Kita harus belajar dan berkarya di atas tanah kita sendiri. Jangan gengsi untuk bekerja, karena kalau kita terus bergantung pada orang tua, itu hanya akan menyusahkan mereka,” katanya. (Alvi)
