Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ketua Yayasan Gerbang Terang Timur sekaligus penanggung jawab Dapur SPPG 002 Oyehe, Rosema Samber, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video viral hari kamis (05/03) yang mendukung adanya pisang,buah apel dan telur busuk dalam pembagian snack Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Nabire.
Klarifikasi disampaikan saat wawancara di Dapur SPPG 02 Oyehe, Yayasan Gerbang Terang Timur, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ia menyampaikan penyesalan atas polemik yang terjadi serta meminta maaf kepada masyarakat apabila peristiwa tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Sabtu, (07/03/2026).
Rosema menjelaskan bahwa seluruh bahan makanan yang disajikan oleh tim dapur telah melalui proses pemeriksaan yang ketat sebelum dibagikan kepada para siswa.
Pisang dibeli sejak siang hari, kemudian disortir, dibersihkan, dan dikemas pada malam hingga dini hari sebelum didistribusikan. Proses yang sama juga dilakukan pada telur yang diambil dari kandang, lalu disortir dan diperiksa menggunakan lampu untuk memastikan kualitasnya sebelum direbus dan dimasukkan ke dalam paket snack.
“Saya sangat menyesal karena apa yang diviralkan kemarin menurut kami tidak sesuai dengan proses kerja yang kami lakukan di dapur. Soal Buah Apel juga kami tidak pernah sajikan buah Apel, hanya Pisang saja itu pun kami beli dari siang lalu disortir dan dibersihkan sebelum dikemas, begitu juga telur yang kami periksa satu per-satu, adanya larangan susu ultra coklat makanya kami ganti jus , seperti tadi kami kasih jus jeruk, Senin lagi jus buah naga dan berikutnya kami sajikan sesuai keinginan siswa Smansa begitupun buah ,” ujar Rosema.
Menurutnya, viralnya informasi tersebut sangat merugikan pihak dapur karena tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dan bahkan mengarah pada fitnah. Meski demikian, ia mengaku tetap menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bagi tim dapur agar kedepan lebih berhati-hati.
Rosema juga menyebutkan bahwa dapur SPPG 002 Oyehe saat ini melayani 2.134 penerima manfaat dari beberapa sekolah di Nabire, seperti SMAN 1 Nabire, SMA Adiluhur, dan SMP Antonius, yang selama ini pada umumnya tidak menyampaikan keluhan terhadap menu makanan yang diberikan, hanya dari SMA N 1 Nabire saja yang selalu komplain, “Tegas Rosema. [*]

















