Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Konflik Horizontal di Napua, Tokoh Pemuda Minta Pemerintah Jayawijaya Segera Turun Tangan

3
×

Konflik Horizontal di Napua, Tokoh Pemuda Minta Pemerintah Jayawijaya Segera Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Tokoh pemuda Jayawijaya, Hobni D. Tabuni. Rabu (28/10/2026), – Dok Untuk Kalawai.

“Tokoh pemuda Jayawijaya, Hobni D. Tabuni, meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat segera mengambil langkah perdamaian menyusul konflik horizontal di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, yang disebut berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas”

Nabire, Kalawaibumiofi |   Tokoh pemuda Kabupaten Jayawijaya, Hobni D. Tabuni, meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat segera mengambil langkah untuk menghentikan konflik horizontal yang terjadi di Jalan Habema, Kampung Healkma, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (28/10/2026).

Hobni menyampaikan himbauan tersebut melalui pesan WhatsApp pada Rabu (28/10/2026). Ia menyebut konflik itu melibatkan dua kelompok masyarakat dan diduga berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan warga Kabupaten Nduga dan Jayawijaya.

Tabuni meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, pemuda, kaum buruh, kalangan intelektual, serta seluruh pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat segera mengambil langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

“Persoalan ini harus segera diselesaikan. Kami meminta semua pihak mengambil langkah penyelamatan agar warga dan masyarakat luas tidak terus menjadi korban,” kata Hobni.

Menurut dia, situasi tersebut membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan semua pihak. Upaya penyelesaian konflik, kata dia, harus mengutamakan keselamatan warga serta mencegah meluasnya pertikaian antarkelompok.

Hobni juga meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan perhatian serius dan mengupayakan dukungan dari aparat keamanan, termasuk unsur TNI dan Polri, untuk membantu memulihkan situasi serta membuka jalan bagi penyelesaian konflik secara damai.

Ia mengajak para tokoh masyarakat dan pemimpin agama menggunakan pengaruh mereka untuk meredakan ketegangan, mencegah provokasi, dan mendorong kedua pihak menahan diri.

“Kami memohon dukungan semua pihak untuk mewujudkan perdamaian. Jangan sampai konflik ini terus menimbulkan korban. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tuturnya.

Ia berharap dialog dan pendekatan persuasif dapat segera dilakukan agar situasi di Distrik Napua kembali kondusif. Ia juga meminta masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Hobni menegaskan, penyelesaian konflik perlu dilakukan dengan mengedepankan kemanusiaan, keamanan warga, dan perdamaian agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut, pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!