Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Kriminalitas di Nabire dan Timika meningkat, Polri Genjot Deteksi Dini 2026

8
×

Kriminalitas di Nabire dan Timika meningkat, Polri Genjot Deteksi Dini 2026

Sebarkan artikel ini
Suasana Gelar Operasional (Gelar Opsnal) Tahun 2026 sekaligus Analisis dan Evaluasi (ANEV) Kamtibmas Triwulan IV 2025. Acara digelar di Nabire, Senin (26/01/2026), – Kalawai/Yan Betai.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com I  Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol. Muhajir, mengungkapkan peningkatan kriminalitas konvensional di akhir 2025, meski situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih terkendali.

Tantangan utama datang dari gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan tren kejahatan sehari-hari.Pernyataan itu disampaikan Muhajir saat membuka Gelar Operasional (Gelar Opsnal) Tahun 2026 sekaligus Analisis dan Evaluasi (ANEV) Kamtibmas Triwulan IV 2025. Acara digelar di Nabire, Senin (26/01/2026).

Example 300x600

Wakapolda mewakili Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare. Pada triwulan IV 2025, tercatat 735 kasus tindak pidana, naik 26 kasus atau 3,67% dari triwulan sebelumnya. Penyelesaian perkara juga meningkat menjadi 53 kasus, atau 32,08% lebih tinggi.

“Tren kejahatan dominan meliputi pencurian kendaraan bermotor, kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, dan pencurian biasa. Wilayah terparah adalah Polres Mimika (367 kasus) dan Polres Nabire (306 kasus),” ujarnya.

Muhajir menekankan perlunya penguatan patroli dialogis, problem solving, serta peran Bhabinkamtibmas untuk tingkatkan penyelesaian kasus.

Di sektor lalu lintas, terjadi 135 kecelakaan dengan 20 korban jiwa dan kerugian material Rp 498 juta—naik hampir 10% dari triwulan III. Sepanjang 2025, KKB picu 74 kejadian, sebabkan 49 tewas dan 42 luka-luka, termasuk personel TNI-Polri dan warga sipil.

Untuk 2026, Polri fokus deteksi dini, pencegahan konflik, dan kehadiran polisi di masyarakat.

“Keberhasilan diukur dari rasa aman masyarakat, pelayanan humanis, dan penegakan hukum adil,” tegasnya.

Muhajir ajak sinergi Polri-TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan agama guna jaga stabilitas Papua Tengah.[*]

 

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!