Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah menargetkan kualitas guru di wilayah itu semakin merata pada 2028 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Papua Tengah untuk memenuhi target itu adalah lewat Program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya.
Pernyataan itu disampaikan Nurhaidah Nawipa dalam sambutannya saat pembukaan kuliah perdana program RPL di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (27/04/2026).
“Pemerintah menargetkan pada 2028 kualitas guru di Papua Tengah semakin merata, profesional, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah secara komprehensif,” kata Nurhaidah Nawipa.
Ia menjelaskan, program RPL dirancang sebagai instrumen percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru melalui pengakuan pengalaman kerja dan pelatihan sebagai bagian dari kredit akademik.
Ditergetkan sebanyak 110 guru dari berbagai kabupaten di Papua Tengah mengikuti program ini. Data awal mencatat 150 peserta, namun akan disesuaikan dengan kapasitas pembiayaan yang tersedia.
“Program RPL merupakan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas tenaga pendidik yang terintegrasi dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga ke depan para guru tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang memadai,” ujarnya.
Katanya, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun sektor pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. (*)

















