Nabire, Kalawaibumiofi. com | Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, melantik sejumlah pejabat di Provinsi ini. Pelantikan berlangsung di Ballroom kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat, (13/02/2026) sore.
Gubernur Nawipa menegaskan, Papua Tengah harus menjadi contoh dengan menunjukan disiplin, etos kerja, loyalitas, tanggung jawab dan siap bekerja keras. Serta pentingnya kerja sama, integritas, dan fokus pada prioritas pembangunan.
“Bekerja dengan jujur, memiliki integritas, menunjukan profesionalisme, serta menjaga etika, disiplin, dan kejujuran dan menjauhi penyimpangan, bekerja sesuai aturan dan hukum. jika ada kedapatan selingkuh di lingkungan ini (Pemprov Papua Tengah) saya akan copot!,” tegas Gubernur Meki Nawipa.
Kata Gubernur, Papua Tengah adalah daerah otonom baru (DOB) yang masih dalam tahap membangun fondasi pemerintahan. untuk itu, pejabat harus berperan sebagai penggerak birokrasi, penghubung kebijakan dan pelaksanaan serta wajah pemerintah di masyarakat.
“Maka setiap program kami harus dan pasti berdampak langsung pada rakyat. Yaitu Pendidikan, Kesehatan, infrastruktur, ekonomi rakyat, pelayanan sosial. Itu selaras dengan visi Papua Tengah Emas,” katanya.
“Visi-misi di Papua Tengah hanya Gubernur Meki Nawipa dan Deinas Geley. Jadi, kita sudah janji sama masyarakat untuk kita kerja. Sekolah jalan, kesehatan jalan, pertumbuhan ekonomi jalan, dan bagaimana kita menciptakan perdamaian di negeri ini. Diluar dari itu tidak ada visi-misi. Mari kita sama-sama kita kerja,” sambungnya.
Integritas dan Disiplin Pegawai
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan sangat bergantung pada kualitas para pemimpin di setiap level. Ia menggambarkan organisasi seperti seekor ikan yang kualitasnya ditentukan oleh kepalanya.
“Ikan itu selalu busuk dari kepala, kalau kepala rusak semuanya rusak di bawah. Maka itu kepala harus baik, supaya di bawah juga harus baik. Kita tetap konsisten. Tidak boleh ada, kita menjaga integritas kita di pemerintahan. Ya sedikit lagi, siapapun dia yang nakal-nakal, selingkuh kiri-kanan pasti saya copot. Itu sudah clear,” tuturnya.
Sebagai provinsi baru, Meki Nawipa memastikan penempatan jabatan dilakukan secara transparan dan berkeadilan dengan memperhatikan representasi wilayah dan suku. Ia mengungkapkan bahwa komposisi ASN telah diatur dengan rasio 70 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 30 persen non-OAP, serta akan dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kita pakai budaya yang Jepang, bagi rata. Jadi kita sudah rapikan itu, saya sudah pastikan itu jalan baik. Suatu saat saya akan tayangkan, Kabupaten Paniai dapat berapa, Deiyai dapat berapa, Nabire dapat berapa, clear semuanya. Tidak ada yang kita sembunyikan karena ini provinsi baru, sehingga transparansi kita buka,” katanya.
Gubernur mengingatkan pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab sejarah untuk meletakkan fondasi pembangunan Papua Tengah yang kokoh. Ia meminta seluruh pejabat mulai dari kepala dinas hingga kepala seksi untuk bekerja jujur dan saling mengawal melalui pakta integritas yang akan segera ditandatangani.
“Tujuan kita ke sana, kita bukan pewaris tapi kita perintis. Kita meletakkan fondasi, fondasinya besar. Jangan berkelahi karena uang, jangan berkelahi karena duit. Berkat itu akan mengalir kepada orang-orang yang bekerja jujur dan benar di atas tanah ini. Mari kerja sama, hormati pimpinan, dan menghargai anak buah supaya sama-sama kita bisa melanjutkan langkah berikut,”katanya. [*]















