Nabire, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, SH menegaskan bahwa Nabire tetap menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah karena dinilai paling strategis dan mudah diakses oleh masyarakat dari seluruh wilayah Papua Tengah. Pernyataan itu disampaikan Meki Nawipa dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-4 Provinsi Papua Tengah yang digelar di Nabire, Rabu (22/7/2026) malam.
Menurutnya, posisi Nabire sebagai ibu kota memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat dari berbagai kabupaten di Papua Tengah. “Untuk provinsi ini, ibukotanya tetap di Nabire. Dari Nabire masyarakat Papua bisa menjangkau berbagai wilayah melalui jalur darat maupun akses lainnya. Orang-orang Papua bisa mengaksesnya dengan baik. Karena itu, Nabire layak menjadi ibu kota provinsi,” kata Gubernur Meki.
Mantan Bupati Paniai ini menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-4 sengaja dimajukan dari tanggal resmi pembentukan provinsi yakni 25 juli karena pemerintah akan meluncurkan sejumlah program strategis bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Meki menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti rangkaian kegiatan HUT sejak 19 Juli hingga malam puncak perayaan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Dewan Kesenian Papua Tengah, panitia pelaksana, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran TNI dan Polri yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan,” tuturnya.
Kata Gubernur, usia empat tahun menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pemerintahan sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam usia yang masih muda, kita telah memulai berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ekonomi masyarakat, konektivitas, dan pembangunan infrastruktur. Namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pada peringatan HUT tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) sebagai program afirmasi bagi Orang Asli Papua.
Program tahap pertama menyasar 4.000 balita Orang Asli Papua di empat kabupaten, yakni Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai. Masing-masing kabupaten mendapat kuota 1.000 balita, dengan bantuan tunai sebesar Rp350.000 per bulan yang disalurkan kepada ibu atau wali perempuan untuk memenuhi kebutuhan gizi, makanan pendamping ASI (MPASI), vitamin, dan biaya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Meki mengatakan, pada tahun berikutnya program tersebut akan diperluas ke empat kabupaten lainnya sehingga jumlah penerima manfaat meningkat menjadi sekitar 8.000 balita di seluruh Papua Tengah.
“Program ini bertujuan memperbaiki kesehatan dan gizi balita, memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong penggunaan pangan lokal, serta memperluas akses layanan keuangan,” katanya.
Gubernur Meki, juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan menolak segala bentuk kekerasan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang, mari kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mengedepankan dialog, karena pembangunan hanya dapat berjalan dalam suasana yang aman dan damai,” ujarnya.
Kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), Gubernur meminta agar HUT ke-4 menjadi motivasi untuk meningkatkan disiplin serta kualitas pelayanan publik.
“Pemerintah harus hadir untuk melayani, bukan mempersulit. Pastikan setiap program dan anggaran dikelola secara jujur serta memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Meki menyampaikan terima kasih kepada para pejuang pembentukan Provinsi Papua Tengah, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, lembaga adat, lembaga keagamaan, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung perjalanan provinsi tersebut.
“Mari terus bergandengan tangan mewujudkan Papua Tengah yang adil, maju, dan bermartabat. Dirgahayu ke-4 Provinsi Papua Tengah. Semoga Tuhan senantiasa menuntun langkah kita semua,” tutup Meki. [*]


















