Nabire, Kalawaibumiofi.com | Solidaritas Mahasiswa/i Kabupaten Paniai se-Indonesia (SMI-KP) menggelar aksi mimbar bebas di Asrama Paniai, Kota Studi Jayapura, Papua, Senin malam (18/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB), militerisme, serta aktivitas investasi yang dinilai mengancam tanah adat di Kabupaten Paniai.
Puluhan mahasiswa dan mahasiswi asal Paniai yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan terkait penolakan DOB, dugaan pelanggaran HAM di Papua, hingga seruan penyelamatan tanah adat.
Dalam pembacaan pernyataan sikap, massa aksi menyampaikan tiga poin utama tuntutan mereka, yakni menolak DOB di Papua, menolak militerisme, dan menyerukan penyelamatan tanah adat Paniai dari berbagai bentuk eksploitasi.
Koordinator aksi dalam orasinya menilai kebijakan DOB di Papua tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat adat.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru dinilai membuka ruang masuknya investasi dan memperkuat kehadiran aparat keamanan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Paniai.
Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk mengusut dugaan aktivitas investasi ilegal yang dianggap merugikan masyarakat adat.
Mereka meminta agar pemerintah menjamin perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Paniai.
Aksi mimbar bebas berlangsung damai dengan pengawalan internal mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan seruan solidaritas kepada seluruh masyarakat Papua agar tetap bersatu dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan menjaga tanah adat dari berbagai ancaman eksploitasi. (Noak Mote)

















