Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Religius

Minggu Palma di Paroki St. Yosep Fakfak : Kesetiaan yang Diuji, Pengorbanan yang Nyata

15
×

Minggu Palma di Paroki St. Yosep Fakfak : Kesetiaan yang Diuji, Pengorbanan yang Nyata

Sebarkan artikel ini
Suasana perarakan Minggu Palma di Gereja Katolik, Paroki Santo Yosep Fakfak, Munggi (29/3/2026), – Kalawai/Dok Paroki St. Yosep Fakfak.
Example 468x60

Fakfak, Kalawaibumiofi.com |  Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Minggu Palma pada Minggu, 29 Maret 2026, sebagai tanda dimulainya Pekan Suci, rangkaian perayaan iman menuju Hari Raya Paskah. Perayaan ini mengenangkan peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Kota Yerusalem yang disambut meriah oleh umat dengan daun palma dan sorak pujian.

Di Paroki Santo Yosep Fakfak, perayaan berlangsung khidmat sejak pagi hari. Misa yang dipimpin Pastor Alex Ferbianus dimulai pukul 08.00 WIT, diawali dengan pemberkatan daun palma di taman doa (belakang gereja) dan diikuti dengan perarakan umat menuju dalam gereja.

Example 300x600

Dalam khotbahnya, Pastor Alex mengajak umat untuk tidak hanya melihat kemeriahan peristiwa Minggu Palma, tetapi juga menghayati makna terdalam dari perjalanan Yesus menuju sengsara dan wafat-Nya.

“Hari ini kita mengenang bagaimana Tuhan Yesus memasuki Kota Yerusalem dan disambut sebagai Raja. Namun, sambutan itu tidak berlangsung lama. Ia kemudian mengalami penolakan, penderitaan, bahkan wafat di kayu salib,” ungkapnya.

Pastor menekankan bahwa Minggu Palma bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga pintu masuk menuju misteri penderitaan Kristus yang berpuncak pada kebangkitan-Nya. Umat diajak untuk merenungkan perubahan sikap manusia, dari yang semula memuji menjadi menolak.

“Betapa menyakitkan ketika seseorang yang sebelumnya diterima dengan baik, tiba-tiba ditolak, bahkan oleh orang-orang terdekatnya. Itulah yang dialami Tuhan Yesus,” lanjut Pastor Alex.

Dalam suasana cuaca yang sempat mendung, umat tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah. Perarakan daun palma berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan semangat umat Yerusalem yang menyambut Yesus dengan sukacita.

Perayaan Minggu Palma di Fakfak juga menjadi cerminan kehidupan iman masyarakat Katolik di Papua Barat yang tetap menjaga kekhidmatan dan kebersamaan. Tradisi membawa daun palma atau janur menjadi simbol kemenangan sekaligus kerendahan hati, meneladani Yesus yang datang bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kesederhanaan.

Secara liturgis, Minggu Palma diwarnai dengan pembacaan kisah sengsara Tuhan, yang mengantar umat memasuki peristiwa penting dalam sejarah keselamatan: mulai dari pengkhianatan Yudas, Perjamuan Malam Terakhir, pergumulan di Taman Getsemani, hingga wafat Yesus di salib.

Meski demikian, Pastor Alex mengingatkan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. “Kita tidak berhenti pada sengsara. Kita menuju Paskah, menuju kebangkitan. Di situlah harapan kita sebagai umat beriman,” tegasnya.

Minggu Palma menjadi momentum refleksi bagi umat untuk memperdalam iman, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Tri Hari Suci — Kamis Putih, Jumat Agung, dan Vigili Paskah. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk meneladani kasih, pengorbanan, serta kerendahan hati Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dimulainya Pekan Suci, Gereja kembali mengingatkan bahwa jalan keselamatan tidak terlepas dari salib, namun selalu bermuara pada kemenangan kehidupan dalam kebangkitan Kristus. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!