Nabire, Kalawaibumiofi.com | Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) dan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Papua Tengah 2027, diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Musrenbang yang berlangsung sejak 28 April 2026 hingga 30 April 2026 ini, juga diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan Otonomi Khusus secara akuntabel, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Harapan ini disampaikan Ketua Panitia, Irfan Roberto Sapulite, saat penutupan Musrenbang, Kamis (30/04/2026).
Dalam laporan pelaksanaan hasil Musrenbang Otsus Musrenbang Provinsi Papua Tengah, Irfan Roberto Sapulette mengatakan, Musrenbang Otsus ini menghasilkan tiga tema utama pembangunan, yaitu Papua Tengah Sehat, Papua Tengah Cerdas, dan Papua Tengah Produktif.
”Dari pembahasan di masing-masing kelompok, setiap kabupaten mengusulkan lima program prioritas daerah yang difokuskan pada peningkatan kualitas masyarakat, meliputi layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Irfan Roberth Sapulette.
Katanya, dari delapan kabupaten, terkumpul 40 usulan prioritas, yaitu 10 usulan pada tema Papua Tengah Cerdas, 14 usulan pada Papua Tengah Sehat, dan 16 usulan pada Papua Tengah Produktif.
Dari jumlah itu, ada 31 usulan direkomendasikan, dan sembian usulan tidak direkomendasikan karena bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
”Hasil Musrenbang RKPD Tahun 2027, juga mencatat 40 usulan dari delapan kabupaten. Dari jumlah tersebut, 32 usulan diterima dan akan diakomodasi dalam rencana kerja perangkat daerah tahun 2027, sedangkan 8 usulan tidak dapat diakomodasi karena berada di luar kewenangan provinsi,” ucapnya.
Menurutnya, seluruh usulan yang diterima telah melalui proses verifikasi dan diselaraskan dengan kewenangan provinsi serta kemampuan keuangan daerah.
Usulan tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen perencanaan resmi Pemerintah Provinsi Papua Tengah Tahun 2027.
Ketua Panitia menegaskan bahwa hasil Musrenbang ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten, partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan, serta upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, serta berharap seluruh rangkaian Musrenbang dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Papua Tengah,” kata Irfan Roberth Sapulette. (Nowak Mote)















