Tanah Papua

OMK Jangan ‘Jago Kandang’, Romo Adrianto Ajak Berbakti Untuk Masyarakat

16
Pastor Paroki KSK Nabire, Romo Yohanes Adrianto saat wawancara dengan awak media Sabtu (4/4/2026) malam, – Kalawai/Alvi.  

“Romo Adrianto Ajak OMK KSK Nabire Keluar dari Zona Nyaman, Dorong Pengabdian Nyata ke Masyarakat”

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Romo Yohanes Adrianto, SJ, mengajak seluruh anggota Orang Muda Katolik (OMK) untuk mulai berani melangkah keluar dari zona nyaman dan tidak hanya berhenti menjadi “jago kandang”.

Romo Adri menilai, selama ini kegiatan OMK lebih banyak berfokus pada aktivitas internal gereja, mulai dari urusan musik, nyanyian, pembuatan skor, hingga kegiatan rekoleksi yang bersifat kerohanian.

“Memang selama ini OMK lebih dikenal dengan kegiatan – kegiatan internal gereja. Mulai dari urusan musik, nyanyian, koor, hingga rekoleksi. Namun, kini saatnya untuk berubah dan membuka diri lebih luas,” ujar Romo Adrianto, Sabtu (4/4/2026) malam.

Untuk mengubah pola tersebut, Romo Adrianto mendorong pembentukan Seksi Pengabdian Masyarakat di lingkungan OMK. Tujuannya agar kaum muda semakin peka dan memiliki kepedulian yang mendalam terhadap kondisi sosial di sekitar lingkungan mereka.

“Saya mendorong mereka untuk mulai melihat dan membangun kepedulian. Kita tidak hidup sendiri di dunia ini, sehingga tidak boleh hanya berpusat pada diri sendiri. Di sekitar kita banyak masalah yang nyata, ada mereka yang menjadi korban kemiskinan maupun ketidakadilan, dan itu semua ada di depan mata kita,” tegasnya.

Sebagai langkah awal yang konkret, OMK KSK Nabire telah mulai melakukan pendampingan terhadap saudara-saudara kita yang berasal dari Kabupaten Intan Jaya. Mengingat kondisi di daerah asal mereka yang belum kondusif akibat konflik, banyak dari mereka yang terpaksa mengungsi dan tinggal bersama keluarga di wilayah Nabire.

“Beberapa bulan terakhir ini, kita rutin mengajar dan mendampingi anak-anak dari Intan Jaya yang turun ke sini karena situasi di sana yang belum aman. Kegiatan ini sudah kita lakukan setiap hari Sabtu, dan sudah terjalin sekitar 3 hingga 4 kali pertemuan,” ceritanya dengan antusias.

Lanjutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga menjangkau tempat tinggal mereka yang tersebar di berbagai komunitas, seperti di wilayah Nusi, Pantai, hingga area lainnya di Nabire.

Romo Yohanes menekankan bahwa sebagai orang muda yang mulai memasuki usia dewasa awal, sudah saatnya mereka berani melihat realitas kehidupan yang ada di luar tembok gereja.

“Bagi saya, OMK sebagai orang muda sudah waktunya berani keluar. Mereka yang mulai memasuki usia dewasa awal harus mulai berani melangkah, melihat dan merasakan langsung keprihatinan yang ada di luar sana,” tambahnya.

Ke depannya, program pengabdian masyarakat ini direncanakan akan dikembangkan lebih serius dan menjadi kegiatan yang berkesinambungan.

“Ini bagi saya akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Nanti kedepannya, mungkin kami akan lebih serius lagi mengembangkan potensi anak muda di bidang pengabdian masyarakat,” pungkas Romo Adrianto. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version