Pemprov Papua Tengah

Papua Tengah Perkuat Layanan Primer di Delapan Kabupaten

5
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obet Tekege di ruang kerjanya. Selasa (27/10/2026), – Kalawai.

”Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menyiapkan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pengelompokan pelayanan berdasarkan klaster, dan penyediaan peralatan medis di puskesmas”

Nabire, Kalawaibumiofi |   Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di delapan kabupaten yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini dilakukan melalui pelatihan tenaga kesehatan, penguatan pelayanan berbasis klaster, serta penyediaan peralatan medis di puskesmas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obet Tekege, mengatakan penguatan ILP menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Program tersebut diarahkan agar pelayanan di puskesmas lebih terintegrasi sesuai kebutuhan dan kelompok usia masyarakat.

“Penguatan ILP itu integrasi layanan primer. Jadi, semua program berbasis klaster,” kata Tekege saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan melalui ILP dibagi ke dalam beberapa klaster. Klaster pertama mencakup manajemen, klaster kedua kesehatan ibu dan anak, klaster ketiga pelayanan bagi lanjut usia, sedangkan klaster keempat berkaitan dengan surveilans.

Melalui pembagian tersebut, pelayanan pasien di puskesmas diarahkan sesuai kebutuhan dan kelompok sasaran.

“Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan berdasarkan klaster yang sesuai,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan program ini membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan program diperluas ke puskesmas.

“Jadi, kita di provinsi dulu, terlatih dulu. Setelah itu baru turun ke kabupaten. Di kabupaten nanti kita latih lagi,” tuturnya.

Ia bilang, tenaga kesehatan perlu memahami konsep dan mekanisme ILP sebelum menerapkannya di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengetahuan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada tenaga kesehatan di kabupaten dan puskesmas.

Selain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pemerintah juga merencanakan penguatan fasilitas pelayanan melalui penyediaan peralatan medis. Tekege menyebutkan sejumlah peralatan, termasuk ultrasonografi (USG), sebagai bagian dari kebutuhan untuk mendukung pelayanan kesehatan di puskesmas.

“Bahwa pendekatan kepada keluarga menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan primer. Tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai cara menjaga kesehatan anak serta melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kunjungan,” ujarnya.

Lanjutnya, data yang dihimpun melalui pelayanan dan kunjungan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Sehingga melalui penguatan ILP diharapkan dapat memperbaiki koordinasi pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, dan memperkuat pemanfaatan data dalam perencanaan program kesehatan di Papua Tengah,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version