Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Cabang Papua masa bakti 2025-2028 resmi dilantik di salah satu hotel kawasan Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (11/4/2026).
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan dr. Albinus Kobis, M.Kes, Sp.An-TI, Subsp.NA(K) untuk periode kedua. Acara dihadiri langsung oleh Sekretaris I Pengurus Pusat Perdatin, dr. Tori Sepriwan, Sp.An-TI, Subsp.NA(K), mewakili Ketua Umum PP Perdatin, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U.
Dalam sambutannya, dr. Albinus menekankan bahwa peran dokter anestesi sangat strategis dalam menentukan keselamatan pasien dan stabilitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan besar terkait distribusi tenaga medis di wilayah tersebut.
“Saat ini jumlah dokter spesialis anestesi di bawah naungan Perdatin Cabang Papua yang mencakup Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan berjumlah 28 orang. Jumlah ini masih tersebar tidak merata,” ujar dr. Albinus.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia berkomitmen memfokuskan program kerja pada peningkatan kompetensi anggota melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, serta mendorong pemerataan layanan hingga ke pelosok daerah.
“Visi kita adalah menjadikan Perdatin Papua adaptif dan profesional, agar masyarakat di mana pun berada bisa merasakan pelayanan anestesi yang aman dan bermutu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus periode sebelumnya dan selamat kepada pengurus baru. Ia menekankan pentingnya soliditas dalam organisasi profesi.
“Satu hal yang perlu ditanamkan adalah IDI merupakan rumah besar kita bersama. Kita wajib menjaga kebersamaan agar tetap solid dalam mengupayakan pelayanan kesehatan yang optimal di tanah Papua,” tutur dr. Nickanor.
Kegiatan pelantikan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para direktur rumah sakit se-Kota dan Kabupaten Jayapura, pimpinan organisasi profesi, dokter senior, serta sejawat anggota Perdatin di wilayah Papua. [*]
