Kesehatan

Tekan Angka Kematian di RS, Perdatin Papua Gelar Seminar Aktivasi Code Blue dan Pengenalan EWS

11
Suasana pelantikan Pengurus Perdatin Papua Periode 2025-2028, Sabtu (11/4/2026, – Kalawai/Qibe.

Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Cabang Papua resmi dilantik. Momentum penting ini dirangkaikan dengan pelaksanaan seminar medis yang digelar di salah satu hotel kawasan Kotaraja, Kota Jayapura, pada Sabtu (11/5/2026).

Acara dibuka dengan sesi penguatan aspek moral melalui materi etik kedokteran yang disampaikan oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U.

“Di setiap momen ilmiah, kami selalu menyisipkan materi etika sebagai penyegaran moralitas bagi dokter. Ini penting agar pelayanan kepada pasien, hubungan dengan teman sejawat, maupun sikap terhadap diri sendiri tetap bermartabat, sesuai dengan sumpah dokter dan norma yang berlaku,” ujar dr. Nickanor.

Seminar yang dipandu oleh moderator dr. Theodorus P.Y Pranoto, M.Biomed., Sp.An-TI ini berfokus pada penguatan sistem deteksi dini guna meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit.

Dr. Diah Widyanti, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K), memaparkan materi mengenai pentingnya Early Warning System (EWS) sebagai alat vital untuk memantau kondisi pasien secara berkala sebelum terjadinya kegawatdaruratan.

Melengkapi sesi tersebut, dr. Razi Ageng Pratama, Sp.An-TI, MARS, menyampaikan materi krusial mengenai prosedur aktivasi Code Blue. Ia menegaskan bahwa setiap rumah sakit wajib memiliki sistem respons cepat ini selama 24 jam dalam operasionalnya.

“Sistem Code Blue bertujuan untuk menangani pasien yang mengalami henti napas dan henti jantung secara mendadak. Kami berharap setelah seminar ini, implementasi sistem EWS dan Code Blue di seluruh rumah sakit di Jayapura dapat berjalan optimal,” jelas dr. Razi.

Lebih lanjut, ia berharap kehadiran dokter dari berbagai fasilitas kesehatan dalam acara ini dapat menjadi titik balik dalam upaya menekan angka kematian pasien, melalui penerapan prosedur penanganan gawat darurat yang lebih terstandar dan profesional. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version