Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah Siapkan Dukungan Bibit Kopi, Kakao, dan Kelapa bagi Petani

3
×

Pemprov Papua Tengah Siapkan Dukungan Bibit Kopi, Kakao, dan Kelapa bagi Petani

Sebarkan artikel ini

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan terus memperkuat program pengembangan perkebunan dengan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, transparan, dan sesuai kebutuhan petani di setiap kabupaten”

Nabire, Kalawaibumiofi | Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong pengembangan komoditas perkebunan melalui program bantuan bagi petani, khususnya untuk tanaman kopi, kakao, dan kelapa.

Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada pembukaan Festival Kopi Papua Tengah di Aula Santo Yusuf, KSK Bukit Meriam, Nabire, Kamis (29/10/2026).

Nawipa mengatakan, pemerintah provinsi akan terus mendorong pengembangan kopi dengan menggerakkan petani di berbagai kabupaten.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Dalam sambutannya, Nawipa menyebut angka Rp1.550.000 dalam penjelasannya mengenai bantuan bibit kopi. Ia juga menyampaikan angka Rp1.250.000 untuk program yang berkaitan dengan komoditas perkebunan lainnya.

“Ini akan di atur oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah agar informasi program dapat disampaikan secara tepat Kerala petani,” terangnya

Selain kopi, Nawipa mengatakan pemerintah juga membuka peluang pengembangan kakao dan kelapa sesuai dengan kebutuhan serta potensi petani di daerah masing-masing.

“Jadi para petani yang ingin mengembangkan komoditas tersebut agar berkoordinasi dengan dinas terkait sehingga dapat memperoleh informasi mengenai program yang tersedia,” Kara Nawipa.

Dijelaskan Nawipa, dukungan pemerintah perlu disusun secara terarah agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan petani. Program untuk petani kopi, misalnya, perlu dibedakan dari program bagi petani kakao atau kelapa sesuai dengan tujuan dan peruntukannya.

“Kalau bantuan keuangan khusus untuk petani kopi, berarti bantuan itu memang diperuntukkan bagi petani kopi. Begitu juga untuk petani kelapa atau kakao,” jelasnya.

Nawipa juga mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program perkebunan. Dengan kerja sama tersebut, potensi setiap daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Is mengungkapkan, peningkatan produksi kopi haris diikuti dengan perbaikan kualitas pengolahan dan kemasan agar produk petani memiliki nilai jual yang lebih baik.

Keberhasilan program perkebunan tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani. Maka seluruh jajaran pemerintah harus menjalankan tugas dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang penting bagaimana kita bekerja untuk melayani rakyat 100 persen,” pungkasnya.

error: Content is protected !!