Nabire, Kalawaibumiofi | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi, S.STP., M.Si., memborong berbagai produk kopi dari sejumlah stan kabupaten dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026.
Yogi menghabiskan hampir Rp10 juta untuk membeli produk kopi dan teh sebagai bentuk dukungan terhadap petani sekaligus mempromosikan potensi kopi Papua Tengah.
Yogi mengatakan, keputusannya membeli berbagai produk dari stan peserta dilandasi kesadaran bahwa kopi merupakan salah satu potensi unggulan yang dimiliki Provinsi Papua Tengah dan perlu terus dikembangkan.
Festival ini tidak hanya menjadi ruang bagi setiap kabupaten untuk memperkenalkan cara meracik dan menyajikan kopi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi petani dan pelaku usaha untuk memasarkan hasil produksinya secara langsung kepada masyarakat.
“Saya termotivasi membeli kopi karena kita semua sudah mengetahui bahwa kopi ini merupakan salah satu potensi unggulan Provinsi Papua Tengah. Setelah mengikuti pembukaan dan melihat stan-stan dari setiap kabupaten, ternyata mereka tidak hanya menampilkan cara meracik kopi, tetapi juga menjual hasil produksinya,” kata Yogi kepada Kalawai saat penutupan Festival Kopi Papua Tengah di Aula KSK, Nabire, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai, membeli produk yang dipamerkan dalam festival merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap petani. Selain membantu pemasaran, tindakan tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kegiatan berkebun dan mengelola kopi dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Yogi mengungkapkan, total uang yang dikeluarkannya untuk membeli produk dari para peserta festival mencapai hampir Rp10 juta. Produk tersebut berasal dari sejumlah kabupaten, antara lain Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya, Mimika, Dogiyai, dan Deiyai.
Ia menjelaskan, produk yang dibeli tidak hanya berupa kopi, tetapi juga teh yang diproduksi oleh peserta dari Kabupaten Deiyai.“Kalau dihitung-hitung, kemarin hampir Rp10 juta. Saya mengambil hasil kopi dari stan-stan yang ada. Ini sebenarnya bagian dari motivasi bagi petani dan masyarakat umum bahwa pekerjaan ini harus kita mulai dari diri kita sendiri. Kalau bukan kita yang membeli, siapa lagi?” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yogi menjelaskan, pembelian kopi tersebut juga merupakan bagian dari strategi promosi potensi daerah. Produk-produk yang dibelinya akan disimpan di kantor dan diberikan kepada tamu yang berkunjung ke Papua Tengah, termasuk tamu dari pemerintah pusat, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertanian.
“Setiap tamu yang datang ke kantor akan saya berikan kopi ini sebagai oleh-oleh. Jadi, selain memberikan sesuatu kepada tamu, ini juga bagian dari promosi bahwa Papua Tengah memiliki potensi kopi yang bisa dikenal secara global,” katanya.
Dia berharap Festival Kopi Papua Tengah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memberikan dampak positif bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.
Yogi juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival berikutnya perlu diperkuat dengan program pelatihan bagi petani kopi dari delapan kabupaten.Pelatihan tersebut diharapkan mencakup teknik penanaman, pengelolaan tanaman, hingga pengembangan produk kopi.
Menurutnya, rencana tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, pada pembukaan festival agar pengembangan kopi tidak berhenti pada kegiatan pameran dan promosi, tetapi dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas petani.“Kegiatan ini sangat positif. Ke depan, mungkin perlu ada pelatihan-pelatihan bagi petani kopi. Sebelumnya Pak Gubernur juga menyampaikan agar petani dari masing-masing kabupaten didorong mengikuti pelatihan, mulai dari cara menanam sampai mengelola kopi dengan baik,” ujarnya.
Yogi berharap, melalui dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kopi Papua Tengah semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani.
“Pengembangan kopi harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk lokal,” harap Yogi. [*]
Beranda
Pemprov Papua Tengah
Pengunjung Ini Borong Kopi di Semua Stand Hampir Rp 10 Juta Untuk Promosi
Pengunjung Ini Borong Kopi di Semua Stand Hampir Rp 10 Juta Untuk Promosi
admin3 min baca













