Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pihak kepolisian menyatakan demonstrasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire di Kabupaten Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah berlangsung aman, Sabtu (28/09/2026).
IPMADO menggelar demonstrasi mendesak penuntasan kasus Dogiyai Berdarah. Kasus ini berkaitan dengan meninggalnya sedikitnya enam warga Dogiyai, dan dua lainnya terluka.
Korban meninggal dan terluka diduga karena tertembak saat aparat keamanan melakukan penyisiran di sana, sejak 31 Maret 2026 hingga 2 April 2026.
Polisi melakukan penyisiran setelah seorang anggota polisi, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai tewas, Selasa (31/3/2026) pagi.
Korban tewas dengan luka bacok di bagian leher dan lima jarinya putus, karena dianiaya orang tak dikenal atau OTK di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.
Dalam demonstrasi ini, kantor Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah di Jalan Pepera, Kelurahan Oyehe, Kabupaten Nabire, menjadi lokasi tujuan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi, dengan pengawalan TNI-Polri.
Dalam aksinya, IPMADO menyampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa tersebut, termasuk meminta adanya penanganan dan penjelasan mengenai perkembangan kasus kepada pihak berwenang.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengatakan, penyampaian aspirasi itu berlangsung aman dan terkendali, hingga kelompok mahasiswa tiba di Kantor DPR Papua Tengah.
Menurut Samuel, massa IPMADO mulai berkumpul sekitar pukul 07.00 WIT di Asrama Dogiyai, Kalibobo. Dari lokasi itu, mereka bergerak menuju kawasan Pasar Karang untuk menyampaikan orasi.
“Setelah itu mereka dikawal oleh aparat gabungan TNI-Polri menuju Kantor DPR Papua Tengah,” ujar Samuel kepada awak media di lapangan upacara Polres Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Samuel mengatakan, sekitar 300 hingga 400 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan mengamankan aksi demonstrasi tersebut.
Personel ditempatkan di lima titik yang dianggap perlu mendapat pengawasan selama berlangsungnya aksi demonstrasi.
Kapolres Nabire mengatakan, demonstrasi penyampaian aspirasi berakhir sekitar pukul 12.00 WIT. Selama aksi berlangsung, situasi di sejumlah lokasi yang menjadi jalur massa tetap aman dan terkendali.
Aparat gabungan TNI-Polri, tetap melakukan pengamanan untuk memastikan situasi di wilayah Nabire kembali berjalan normal setelah kegiatan selesai. (Yohanes)










