Nabire, Kalawaibumiofi.com I Dalam sepekan terakhir, kasus pembegalan dan kekerasan yang berujung pada korban meninggal dan luka berat marak terjadi di wilayah Nabire. Parahnya, kurang dari 24 jam terjadi dua aksi begal di Kelurahan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire.
Dua kasus pembegalan tersebut melibatkan pelaku tak dikenal yang menyerang seorang karyawan Batako Press dan seorang satpam di SMP Negeri 2 Nabire. Sementara itu, beberapa kasus begal lain juga tersebar di sejumlah wilayah sekitar.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menyatakan pihaknya terus meningkatkan patroli rutin serta menyambangi lokasi-lokasi yang dianggap rawan kejahatan, terutama pada jam-jam tertentu. Selain itu, Kapolres menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga keselamatan diri.
“Sebagai aparat keamanan, kami terus meningkatkan patroli dan memberikan himbauan serta kunjungan ke daerah-daerah rawan kejahatan,” kata AKBP Samuel saat ditemui di Kalawai, Senin (17/11/2025) sore.
Kapolres juga meminta dukungan semua lapisan masyarakat Kabupaten Nabire untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan (siskamling) di masing-masing wilayah. Hal ini bertujuan meminimalisir aksi kejahatan yang dilakukan oknum pelaku.
“Saya mengimbau masyarakat mengurangi bepergian yang tidak penting pada jam-jam rawan, kecuali untuk keperluan mendesak. Hindari melewati daerah yang rentan terjadi aksi kejahatan seperti curanmor atau pembegalan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Masyarakat diminta memanfaatkan nomor telepon darurat yang telah disediakan oleh Polres dan Polsek untuk melaporkan kejadian mencurigakan atau tindak kriminal.
“Kita harus bersinergi, saling membantu dalam memberikan informasi serta penindakan pelaku kejahatan di lapangan,” ujarnya.
Terkait dua kasus pembacokan berturut-turut di Kelurahan Bumi Wonorejo, AKBP Samuel yang juga mantan Kapolres Dogiyai menjelaskan, dua pelaku masih dalam pengejaran satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire.
Pihak kepolisian sedang berupaya mengidentifikasi wajah pelaku yang terekam kamera CCTV, meskipun rekaman tersebut masih kurang jelas dan sedang didalami lebih lanjut.“Identifikasi wajah pelaku masih dalam proses, kami sedang berusaha memperjelas rekaman CCTV,” pungkasnya.[]

















