Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

PRI Papua Tengah Buka Ruang bagi Masyarakat untuk Terlibat dalam Politik

4
×

PRI Papua Tengah Buka Ruang bagi Masyarakat untuk Terlibat dalam Politik

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PRI Papua Tengah, Yakobus Dumupa. Jumat (18/9/2026), – Istimewa.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Rakyat Indonesia (DPD PRI) Provinsi Papua Tengah, Yakobus Dumupa, mengatakan partainya membuka ruang bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan politik dan pengabdian kepada masyarakat.

Dumupa mengatakan kehadiran PRI di Papua Tengah diarahkan sebagai wadah politik bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di daerah.

“Nama partai ini adalah Partai Rakyat Indonesia. Karena itu, bagi kami, kata ‘rakyat’ bukan sekadar bagian dari nama partai. Rakyat harus menjadi alasan kita berpolitik, menjadi tempat kita berdiri, sekaligus menjadi tujuan dari setiap perjuangan politik yang kita lakukan,” kata Dumupa dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/9/2026).

Ia menjelaskan. DPD PRI Papua Tengah mengusung semangat “Berjuang Bersama Rakyat”. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui keterlibatan partai dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya pada momentum pemilu.

“Politik seharusnya tidak semata-mata dipahami sebagai perjuangan mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Politik harus menjadi jalan pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, mendengarkan suara mereka, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta ikut mencari jalan keluar melalui kerja politik yang nyata,” jelasnya.

Dumupa mengungkapkan, PRI Papua Tengah ingin membangun organisasi yang mendengar aspirasi masyarakat sebelum menyusun sikap dan agenda politik.

“Kami ingin membangun PRI Papua Tengah dari rakyat dan bersama rakyat. Kami ingin mendengar sebelum berbicara, memahami sebelum mengambil sikap, dan bekerja sebelum meminta kepercayaan. Partai harus hadir di tengah kehidupan rakyat, bukan hanya menjelang pemilu,” ungkapnya.

PRI Papua Tengah terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, mahasiswa, petani, nelayan, pedagang, pelaku usaha, pekerja, intelektual dan kalangan profesional.

Menurut Dumupa, perbedaan latar belakang suku, agama, daerah asal, profesi maupun status sosial tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja bersama dalam memperjuangkan kepentingan daerah.

“Kami tidak mengajak orang bergabung hanya untuk menambah jumlah anggota atau memperbesar struktur partai. Kami mengajak orang-orang yang benar-benar mau bekerja. Kalau Anda mempunyai hati untuk rakyat, mau mendengar rakyat, mau turun melihat kehidupan rakyat dan mau memperjuangkan kepentingan mereka, mari bergabung dan bekerja bersama kami,” ujarnya.

Dumupa juga bilang, Papua Tengah memiliki berbagai persoalan sekaligus potensi yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, PRI Papua Tengah ingin membangun kegiatan politik yang menurutnya dekat dengan masyarakat dan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai salah satu dasar penyusunan agenda partai.

Sehingga penguatan organisasi PRI akan dilakukan hingga tingkat kabupaten dan akar rumput. Namun, pembangunan struktur organisasi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun kepercayaan masyarakat.

“Kita boleh berbeda pikiran dan berbeda pilihan politik, tetapi kita mempunyai tanah dan masyarakat yang sama untuk kita layani. Karena itu, mari kita membangun politik yang terbuka, politik yang menghargai perbedaan, dan politik yang menjadikan kepentingan rakyat sebagai titik pertemuan,” imbuhnya.

Ia mengatakan PRI Papua Tengah menyadari bahwa kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan proses, kerja keras, konsistensi dan pembuktian melalui kerja partai.

“Kami tidak menjanjikan bahwa semua persoalan rakyat dapat diselesaikan oleh sebuah partai. Tetapi kami ingin memastikan bahwa PRI Papua Tengah mau mendengar, mau belajar, mau bekerja, dan mau berjuang bersama rakyat. Kami ingin rakyat menjadi bagian dari perjalanan partai ini sejak awal,” ujarnya.

Dumupa kembali mengajak masyarakat yang memiliki keinginan untuk terlibat dalam kegiatan politik dan pengabdian masyarakat untuk mengambil bagian dalam organisasi PRI Papua Tengah.

“Kepada seluruh masyarakat Papua Tengah yang mempunyai semangat untuk mengabdi, saya mengajak: mari bergabung dengan Partai Rakyat Indonesia. Jangan hanya menjadi penonton dari berbagai persoalan yang kita hadapi. Mari mengambil bagian, menyumbangkan pikiran, tenaga dan kemampuan kita. Kita mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi untuk kepentingan rakyat kita dapat berjalan bersama,” katanya.

Dumupa mengatakan semangat “Berjuang Bersama Rakyat” menjadi salah satu prinsip yang ingin dikembangkan PRI Papua Tengah dalam membangun organisasi dan menjalankan kegiatan politik di daerah.

“Bersama rakyat kita membangun partai, bersama rakyat kita memperjuangkan kepentingan mereka, dan bersama rakyat pula kita bekerja untuk masa depan Papua Tengah yang lebih baik,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!