Nabire, Kalawaibumiofi.com | Puluhan Umat Katolik dari Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, membanjiri gua Maria yang terletak di arah Utara Gereja tersebut. Mereka hadir untuk mengikuti Misa Pembukaan Bulan Rosario di gua Maria, sekaligus pemberian nama Gua dan pemberkatan Sacrarium Paroki di samping gua.
Kini, Gua Maeia mungil dan sejuk itu diberi nama ‘Goa Maria Bunda Penolong Abadi’.
Misa di pimpin oleh Partir Paroki KSK, Pastor Yonanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ. salam Homilinya, Pater Yohanes membacakan injil dari Matius 18:1-5 yang berisi peringatan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang pentingnya kerendahan hati.
“Ketika murid-murid bertanya siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga, Yesus memanggil seorang anak kecil dan berkata bahwa seseorang harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini untuk dapat masuk Kerajaan Surga, ” kata Pater Adri sapaan akrabnya.
Menurutnya, Anak kecil di sini menjadi simbol kerendahan hati yang tidak sombong dan mudah diajar. Orang yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil itu lah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga (ayat 4). Selain itu, menyambut anak kecil dalam nama Yesus juga sama dengan menyambut Yesus sendiri.
Yesus mengingatkan bahwa untuk menjadi murid-Nya, seseorang harus terus belajar bersikap rendah hati seperti anak-anak—tidak sombong, menerima dengan hati terbuka, dan tanpa pamrih. Kerendahan hati adalah sifat penting agar dapat masuk dan menjadi besar dalam Kerajaan Allah.
“Ibu Maria adalah teladan kerendahan hati yang nyata bagi semua orang percaya karena ia menerima kehendak Allah dengan rendah hati dan taat tanpa pamrih. Oleh karena itu, dalam pembukaan bulan Rosario, kita belajar meneladani kerendahan hati ibu Maria, yang menjadi contoh bagaimana menjadi rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Melalui kerendahan hati seperti Maria, kita membuka diri untuk dipenuhi kasih dan damai dari Tuhan,” tuturnya.
“Jadi, Matius 18:1-5 mengajarkan bahwa kerendahan hati seperti anak kecil adalah syarat utama menjadi murid Yesus dan besar dalam Kerajaan Allah, dan Ibu Maria menjadi contoh utama yang harus diteladani dalam sikap rendah hati tersebut. Dengan belajar dari Ibu Maria, kita diingatkan untuk selalu berhati rendah dan terus menerus bertumbuh dalam iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama,” sambungnya lagi.
Pemberian Nama Gua Maria
Gua Maria di arah Timur Gereja KSK kini memiliki nama “Goa Maria Bunda Penolong Abadi”.
Bunda Maria Penolong Abadi atau dalam bahasa Inggris disebut Our Lady of Perpetual Help adalah sebuah gelar dan ikon religius dari Perawan Maria yang sangat dihormati dalam Gereja Katolik.
Terjemahan langsung dari “Bunda Maria Penolong Abadi” adalah “Our Mother Who Perpetually Helps” atau “Our Lady of Perpetual Help” yang artinya adalah Bunda Maria yang selalu menolong atau membantu sepanjang waktu.
Ikon Bunda Maria Penolong Abadi menunjukkan Yesus kecil yang melambai ke pelukan ibunya saat malaikat menyampaikan simbol-simbol sengsara yang akan datang, melambangkan perlindungan dan bantuan Maria terhadap umatnya.
Gelar dan devosi ini menekankan peranan Maria sebagai pelindung dan pembantu yang selalu siap menolong umat yang memohon pertolongan kepadanya.
“Maka terjemahan “Goa Maria Bunda Penolong Abadi” dapat dipahami sebagai “Gua Maria Our Lady of Perpetual Help” yang merujuk pada tempat ibadah atau lokasi khusus yang didedikasikan kepada Maria dengan gelar Penolong Abadi tersebut, ‘ ujarnya.

Paroki KSK punya Sacrarium
Selain pemberian nama Gua Maria, ad aku ga pemberkatan Sacrarium Paroki. Sacrarium terletak di sebelah kiri Gua Maria. Lalu wanita Sacrarium?
Sacrarium atau dikenal sebagai sumur suci dalam gereja Katolik adalah tempat khusus di Gereja Katolik untuk menampung benda-benda rohani yang sudah diberkati tetapi rusak atau tidak terpakai lagi, seperti patung pecah, salib patah, atau rosario putus.
Tempat ini juga digunakan untuk membuang air bekas mencuci piala atau sisa hosti yang tidak layak dikonsumsi, sehingga kesucian benda-benda tersebut tetap terpelihara. Penggunaan sacrarium melibatkan doa khusus, yang disebut doa desakralisasi, sebelum benda-benda tersebut dimasukkan atau di kubur.
“Dan sebelum memasukkan atau menguburkan terlebih dulu akan didoakan dan di berkati. Maka umat diminta untuk berdoa dan mengucapkan syukur atas rahmat Tuhan dan benda-benda suci tersebut,” pungkasnya.[*]
Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

















