Tanah Papua

Puskesmas Yaro selesaikan pemberian vaksin tahap 2 untuk petugas

41
Bumiofinavandu/ Dok Puskesmas Yaro untuk Bumiofi.

Nabire, BumiofiNavandu – Puskesmas Yaro, Distrik Yaro Kabupaten Nabire Papua setelah menyelesaikan pemberian vaksin tahap 2 bagi petugas kesehatan pada Senin (08/03/2021). Sementara untuk pemberian vaksin tahap pertama sudah dilaksanakan pada dua pekan lalu yakni (22/2).

Kepala Puskesmas Yaro, Rosmawati Samosir, SKM, mengatakan bahwa belum semua petugas di puskesmas itu bersedia mendapatkan vaksin covid-19. Hal tersebut terjadi dengan berbagai alasan seperti asma, ibu hamil, tensi tinggi hingga ada yang tanpa alasan.
Untuk petugas yang sudah bersediah di vaksin dari puskesmas Yaro ada 18 orang. sedangkan Puskesmas Yaro sendiri mengikutkan petugas dari puskesmas Wami sebanyak 3 orang, dari 4 orang sebab satu tidak lolos screening. Ditambah petugas kesehatan di perusahaan kepala sawit sebanyak 5 orang.
“Jadi selain petugas dari puskesmas Yaro, ada juga dari puskesmas Wami (Distrik Yaur) dan petugas kesehatan perusahaan kepala sawit,” kata Samosir via selulernya pada Selasa (09/03/2021).
Pemberian vaksin sinovax di puskesmas itu bagi perugas kesehatan menurut Samosir, tidak mengalami kendala. Hanya saja, masing-masing petugas memiliki alasan. Padahal Ia sebagai kepala puskesmas telah memberikan surat keterangan apakah bersediah atau tidak untuk di vaksin.
Namun hingga pelaksanaan tidak mendapatkan tanggapan balik. Dan, kendala lain dari 11 orang petugas di Puskesmas Yaro adalah 2 orang sedang menyusui dan 2 lainnya sedang hamil.
“Sedangkan sisahnya tanpa alasan,” tutur Samosir.
Bagi Samoris, Ia tidak bisa memaksakan petugas auat seseorang untuk mendapatkan vaksinasi. Khawatirnya terjadi reaksi jangan sampai di tuntut.
Akan tetapi, sebagai petugas yang berada di garda depan, Samosir mengharapkan pengertian. Sebab manfaat pemberian vaksin tidak untuk orang lain tetapi bagi keluarnga dan orang di sekitar.
“Jadi bag saya sadar diri saja. Kami tidak paksa tetapi ini untuk kesehatan kita bersama,” pinta Samosir.
Perawat lainnya, Ima Sri Jayani menambahkan tidak ada gejala lain atau luar biasa saat pemberian vaksin. Hanya gejala biasa yaitu nyeri dilokasi suntik, sebab sunsik pertama dan kedua di tempat yang sama.
“Ada rasa sakit sedikit. Mungkin suntiknya di tempat yang sama, kalau gejala lain tidak ada,” tambah Ima.(Red)

error: Content is protected !!
Exit mobile version