Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Remaja 16 Tahun Diduga Gantung Diri di Nabire, Polisi Selidiki Kasus

74
×

Remaja 16 Tahun Diduga Gantung Diri di Nabire, Polisi Selidiki Kasus

Sebarkan artikel ini
Tali yang diduga digunakan korban untuk aksinya, , – Kalawai/Dok Humas Polsek Nabire Kota.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi. com | Seorang remaja (16) tahun, Warga Jalan DS. Yan Mamoribo, Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, dikabarkan menggantung diri. Warga setempat geger gegara kasus ini.

Kronologinya, pada Kamis (19/02/2026) dini hari sekitar pukul 05.20 WIT. Korban Rafael Warfumulena Sawaka  seorang pelajar kelas VIII SMA Negeri 3 Nabire, diduga diduga meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya.

Example 300x600

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh kakak kandung korban, Risky Warfumulena Sawaka (32). Sekitar pukul 04.00 WIT, saksi terbangun dan saat membuka pintu kamar, ia mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali tambang berwarna hijau.

Sebelumnya, pada pukul 21.00 WIT, korban diketahui baru pulang ke rumah setelah bekerja membantu pembangunan garasi di daerah Karang Tumaritis. Korban sempat berbincang dengan kakaknya sebelum beristirahat. Pada pukul 02.00 WIT dini hari, korban juga sempat membangunkan saksi untuk mencari pengisi daya telepon genggam miliknya.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi bersama anggota keluarga lainnya berupaya memberikan pertolongan pertama berupa pompa jantung dan segera membawa korban ke RSUD Nabire. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi turun tangan

Jajaran Polsek Nabire Kota bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peristiwa dugaan gantung diri itu.

sekitar pukul 04.45 WIT, seorang warga berinisial RW mendatangi SPKT Polsek Nabire Kota untuk melaporkan adanya peristiwa gantung diri yang dialami adiknya, yang berinisial RW (18), seorang pelajar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 04.50 WIT, piket penjagaan yang dipimpin oleh Pawas IPTU F. Hendrik Ainusi bersama empat personel langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan piket Reskrim Polres Nabire.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 05.00 WIT, petugas mendapat informasi bahwa korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh pihak keluarga ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim kemudian bergeser ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan dokter jaga. Berdasarkan keterangan medis, korban telah diperiksa dan selanjutnya dibawa keluarga ke rumah duka.

Polsek Nabire Kota telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa mendatangi TKP, berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Nabire, membuat laporan polisi, menerbitkan surat permintaan visum et repertum (VER), serta melaporkan kepada pimpinan. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!