Nabire, Kalawaibumiofi.com I Semua pihak di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, diminta untuk terlibat aktif dalam mengeliminasi kasus malaria yang semakin meningkat.
Ajakan tersebut dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Surat Edaran tentang Percepatan Eliminasi Malaria, yang ditandatangani Bupati Nabire Mesak Magai pada 19 Februari 2026.
Sepanjang tahun 2025 hingga Desember, kasus malaria di Nabire tercatat mencapai 8.556 kasus. Sementara pada Januari hingga awal Maret 2026, jumlah kasus telah mencapai 776 kasus. Kondisi ini dinilai membutuhkan intervensi serius dan terkoordinasi lintas sektor.
Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 400.7.9.1/252/Sek Tahun 2026 tentang Percepatan Eliminasi Malaria menegaskan kewajiban seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, Tim Penggerak PKK, hingga kepala kampung untuk terlibat aktif dalam upaya pengendalian malaria di wilayah masing-masing.
Dalam edaran tersebut, setiap unsur pemerintahan diminta mengambil peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing, baik melalui intervensi lingkungan, edukasi masyarakat, maupun penguatan pelayanan kesehatan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey mengatakan, penerbitan surat edaran ini akan mempercepat langkah eliminasi, karena seluruh sektor memiliki dasar hukum yang jelas untuk bergerak.
“Dengan adanya surat edaran ini, semua sektor bisa bergerak melakukan intervensi lingkungan serta promosi kesehatan di kampung-kampung tentang bahaya malaria,” ujar Alfred di Nabire, Kamis (5/6/2026).
Ia menambahkan, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di tiap wilayah, menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, pemanfaatan dana kampung untuk program prioritas kesehatan juga, didorong agar lebih optimal.
“Kerja sama dengan fasyankes di wilayah masing-masing harus diperkuat. Dana kampung untuk program AIDS, TB, dan Malaria yang sudah ada dari kementerian bisa ditindaklanjuti sampai tingkat kampung,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nabire berharap agar dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat kampung dapat mempercepat eliminasi malaria. Sehingga angka penularan dapat ditekan dan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, serta lansia dapat terlindungi.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyelamatkan generasi Nabire dari dampak serius malaria, baik secara kesehatan maupun kualitas sumber daya manusia di masa depan. []

















