Sentani, Kalawaibumiofi.com | Langkah konkret diambil Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memerangi angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), puluhan pencari kerja kini digembleng dalam praktik lapangan Pelatihan Sertifikasi Safety K3 Umum dan Operator Alat Berat yang digelar di Sentani, Beberapa waktu lalu.
Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemkab Jayapura dengan LPK Idaman Karya Mandiri Training Center. Uniknya, pelatihan ini tidak hanya diikuti pemuda dari Kabupaten Jayapura, tetapi juga merangkul peserta dari Kota Jayapura hingga Kabupaten Sarmi.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Jayapura, Idris Dabah, S.H., yang hadir mewakili Bupati, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin putra daerah hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di Papua.
“Ini bukan rutinitas birokrasi. Ini adalah misi nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. Dengan sertifikasi resmi, mereka memiliki ‘senjata’ untuk bersaing di industri besar,” tegas Idris saat membuka kegiatan.

Ketua Panitia sekaligus penggagas program, Monika Priska Wanma, menjelaskan bahwa fokus utama pelatihan ini adalah pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP). Ia menyoroti kendala administratif yang selama ini menjegal pemuda OAP saat melamar pekerjaan.
“Selama ini adik-adik kita sulit masuk perusahaan karena tidak punya sertifikat. Lewat program ini, mereka pulang membawa dua bekal sekaligus: Sertifikat Operator Alat Berat dan Sertifikat K3 Umum. Dokumen K3 ini sangat krusial karena sekarang hampir semua perusahaan mewajibkannya,” jelas Monika.
Sebelum naik ke alat berat, para peserta telah melewati fase teori yang ketat, mulai dari pengenalan komponen mesin hingga prosedur keselamatan kerja. Praktik lapangan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 30 April 2026.
Kabar baiknya, program ini tidak berhenti di meja pelatihan. Monika mengungkapkan sudah ada jalur penyerapan kerja yang disiapkan, khususnya bagi peserta asal Kabupaten Jayapura. Peserta langsung magang, bukan sekadar teori.
“Untuk 15 peserta dari Kabupaten Jayapura, mereka tidak akan menganggur setelah ini. Mereka akan langsung mengikuti program magang selama dua bulan di Hotel Suni sebagai langkah awal terjun ke dunia kerja profesional,” pungkasnya. [*]

















