Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Kesehatan Matoa Citra Husada (Macida) Nabire resmi mengukuhkan 28 siswa kelas XII melalui prosesi pengambilan sumpah profesi. Acara yang menjadi tanda kelulusan dan kesiapan mereka sebagai tenaga penunjang kesehatan ini digelar di Aula RRI, Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua/wali murid, perwakilan Dinas Pendidikan, dewan guru, serta tamu undangan lainnya. Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen moral dan profesionalisme sebelum lulusan terjun ke masyarakat.
Kepala SMKS Macida, dr. Nur Alam Abdullah, menegaskan bahwa prosesi ini merupakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Sekaligus menjadi landasan hukum bagi lulusan SMK Kesehatan untuk menjaga rahasia kedokteran dan standar pelayanan.
“Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremoni, tetapi kewajiban yang harus dilalui. Sesuai undang-undang, lulusan tenaga kesehatan telah dibekali pengetahuan rahasia kedokteran yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama menempuh pendidikan, siswa telah dibekali kompetensi dasar, etika profesi, dan pemahaman kerahasiaan medis. Oleh karena itu, sumpah ini menjadi jaminan agar mereka menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan etika yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Alam juga memaparkan capaian institusi. Sejak berdiri pada 2013, SMKS Macida telah meluluskan total 775 tenaga kesehatan tingkat menengah yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Untuk tahun ajaran 2026, kami meluluskan 28 siswa dari total 32 peserta atau mencapai 87,5 persen. Sementara empat siswa lainnya akan melanjutkan pendidikan untuk menyelesaikan kompetensi yang belum terpenuhi,” jelasnya.
Lulusan yang dikukuhkan ini diharapkan dapat kembali mengabdi kepada masyarakat maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Ke-28 lulusan ini kami persembahkan untuk masyarakat. Kami berharap mereka mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan di Indonesia,” tambahnya.
Prosesi pengambilan sumpah ini menjadi tonggak awal perjalanan para lulusan dalam mengabdikan ilmu, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme di bidang kesehatan. [*]











