Jayapura, Kalawaibumiofi.com I Kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) nelayan Orang Asli Papua (OAP) di wilayah pesisir Kota Jayapura dinilai semakin mendesak.
Aktivis Keagamaan Keuskupan Jayapura, Elias Awekidabi Gobay, menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan agar nelayan adat mampu mengelola potensi laut secara maksimal.
Menurut Elias, sosialisasi tidak hanya sebatas penyuluhan, tetapi juga harus menyentuh transfer pengetahuan, keterampilan pengolahan hasil tangkapan, dan manajemen usaha nelayan.
“Kalau hanya diberi alat, tapi tidak dibarengi dengan peningkatan SDM, maka hasilnya tidak akan bertahan lama. Nelayan adat butuh pendampingan yang serius,” ujar baru – baru ini.
Seorang mama nelayan asal Enggros–Tobati menuturkan, meski pemerintah pernah memberikan bantuan perahu dan jaring, mereka kesulitan dalam pengelolaan.
“Kami tidak tahu mulai dari mana. Lama-lama alat rusak, dan kami kembali dengan cara lama. Kami butuh pelatihan supaya bisa olah hasil ikan dan jual dengan harga lebih baik,” kata nelayan yang sedang menjajakan dagangannya di Pasar Youtefa Ini.
Nelayan lainnya, Eduward Numberi, mengaku belum memiliki perahu, jaring, maupun alat tangkap.
“Saya bisa melaut, tapi tanpa alat yang memadai. Pemerintah harus bantu dengan fasilitas dan pelatihan, supaya kami bisa berdiri sendiri,” ungkapnya.
Data dan Potensi Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua, Edison Awoitauw, sebelumnya mencatat. 80 persen dari 34.000 nelayan di Papua belum memiliki armada memadai, padahal potensi perikanan mencapai 8 juta ton per tahun.
Tanpa peningkatan SDM dan sosialisasi yang tepat, potensi besar ini akan terus terbuang. Landasan Hukum Perdasus Papua No. 22 Tahun 2008 menegaskan bahwa masyarakat hukum adat memiliki hak untuk mengelola sumber daya laut.
Pasal 27 bahkan mewajibkan pemerintah kabupaten/kota untuk memberi bantuan teknis dan biaya, termasuk dalam bentuk pendampingan SDM dan pelatihan nelayan adat.
Masyarakat hukum adat Tabi berharap pemerintah Kota Jayapura segera menjalankan program sosialisasi nelayan secara terpadu.
Tujuannya agar nelayan OAP tidak hanya bisa menangkap ikan, tetapi juga mengolah hasil laut, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
“SDM nelayan adat adalah kunci. Dengan pelatihan, pendampingan, dan fasilitas yang layak, nelayan OAP bisa mandiri dan sejahtera di tanahnya sendiri,” pungkas Elias.[*]
Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://kalawaibumiofi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAohiL8vd1I15XzTI30 serta Grup Telegram https://t.me/+P5c3ACjtcVNiM2Jl Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp dan Telegram. Juga dapat di akses melalui akun (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Kalawaibumiofi.com
