Moanemani, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, menggelar tatap muka dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Dogiyai di Aula KINGMI Digikotu, Moanemani, Senin (7/9/2026). Pertemuan ini berlangsung setelah Gubernur melakukan peletakan batu pertama pembangunan serta peresmian asrama putra Sekolah Teologia Atas (STA) Bomomani di Distrik Mapia.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan komitmen kuat memberikan kesempatan bagi putra-putri asli Dogiyai untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Selama belum ada Provinsi Papua Tengah, tidak ada orang Dogiyai yang menjadi pejabat di tingkat provinsi. Namun hari ini, sudah ada tiga Kepala Dinas orang Dogiyai di provinsi, dan pejabat Eselon III serta IV berjumlah 47 orang. Pada Januari 2027 nanti, kita tambah satu lagi Kepala Dinas — Kepala Dinas Pendidikan akan dijabat orang asli Dogiyai, sehingga menjadi empat,” ungkap Gubernur di hadapan ratusan warga dan ASN.
Ia menegaskan, pembagian jabatan ini bukan semata-mata kebijakan pribadi, melainkan mencerminkan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat adat Mee.
“Bagi-bagi jabatan ini adalah budaya orang Mee, karena Provinsi Papua Tengah ini adalah milik kita semua. Tinggal bagaimana kita menjaga stabilitas keamanan, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan pembangunan bersama-sama,” tegas mantan pilot ini.
Gubernur Nawipa, juga mengapresiasi dukungan masyarakat Dogiyai sekaligus meminta dukungan penuh terhadap Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten adalah kunci percepatan pembangunan.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat Dogiyai yang telah memberikan saya suara. Bupati Dogiyai sudah melakukan berbagai pembangunan, dan kita akan lanjutkan untuk dinikmati oleh orang Dogiyai. Saya sudah berbicara dengan Bupati, nanti pihaknya akan menyiapkan dokumen-dokumen perencanaan, dan tahun depan akan kita bangun bersama,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, mantan Bupati Paniai ini menyampaikan bahwa akan memperkuat program MAPEGA dan merekrut tenaga pengajar baru.
“Kita juga akan fokus membangun SMP dan SMA di Kabupaten Dogiyai — hal ini tetap tergantung pada Bupati karena saya tidak bisa melangkahi kewenangan Bupati. MAPEGA sudah berjalan. Tahun depan kita tambah sarjana pendidikan untuk mengisi kekosongan guru, termasuk merekrut guru honorer di SD dan SLB ke dalam program MAPEGA,” ungkapnya.
Bagi pemuda yang menganggur dan ingin bekerja, Pemprov Papua Tengah menyiapkan bantuan sarana.
“Kita perhatikan pemuda yang menganggur dan mau bekerja. Pemprov Papua Tengah menyiapkan 74 unit sepeda motor untuk pemuda yang bekerja sebagai pengojek di Dogiyai. Tahun depan kita berjuang agar jumlahnya ditambah lagi,” tambahnya.
Gubernur juga mengumumkan bantuan bahan bangunan berupa seng, paku, dan lainnya yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
“Tahun ini kita bantu Bupati dengan bahan bangunan — seng, paku, dan lain-lain — untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan syarat memiliki KTP dan Kartu Keluarga. Seluruh Papua Tengah akan kita bagikan bahan bangunan agar masyarakat bisa punya rumah layak dan menikmati hidup di negeri sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur menyoroti potensi unggulan daerah, yaitu kopi Moanemani, dan berencana membangun sistem koperasi yang menguntungkan petani.
“Kita akan angkat kopi Moanemani. Kita bangun sistem yang baik: petani bekerja, menjual ke koperasi, koperasi menjual, petani dapat uang, dan koperasi juga berkembang. Kita harus kreatif dan berinovasi dalam membangun daerah ini,” ujarnya.
Gubernur Nawipa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan tidak saling melihat kekurangan pemimpin, melainkan melihat kelebihannya demi kemajuan bersama.
“Kita harus bangun negeri ini bersama karena kita adalah anak negeri. Provinsi ini hanya terdiri dari delapan kabupaten maka lebih mudah untuk dikelola dibandingkan 29 kabupaten/kota. Waktu itu, walaupun orang Dogiyai memberikan suara banyak-banyak, tidak pernah ada orang Dogiyai yang menjadi Kepala Dinas di Provinsi Papua. Tapi hari ini, karena provinsi ada di tanah kita sendiri, orang Dogiyai sudah memimpin. Kalau kita tidak manfaatkan dan jaga dengan baik, nanti orang lain yang datang menikmati,” terangnya.
“Pemimpin itu manusia, punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kita hanya lihat kekurangannya, walaupun dia punya kelebihan, tetap dianggap salah. Tapi kalau kita melihat kelebihannya dan berpikir positif, kita bisa membangun negeri ini dengan baik ke depan. Mari kita dukung Bupati, Wakil Bupati, dan Gubernur. Tuhan memberi kita kesempatan membangun Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika. Kita pasti bisa,” pungkas Gubernur Meki. [*]












