Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Saireri

Tidak lulus CPNS, Jalan poros Nabire Samabusa di palang

9
×

Tidak lulus CPNS, Jalan poros Nabire Samabusa di palang

Sebarkan artikel ini
Suasana saat pemalangan jalan oleh oknum CPNS di Siriwini Nabire, Jumat (07/02/2025) malam. – Kalawaibumiofi/Abraham Agapa.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi | Beberapa oknum CPNS di Nabire, melakukan aksi pemalangan jalan di ruas Jalan DS Yan Mamoribo, atau di depan SD Negeri/Inpres Siriwini, Kelurahan Siriwini, Nabire – Papua Tengah, Jumat (07/02/2025) malam.

Pemalangan terjadi gegara berapa oknum pelaku (pemalangan) tidak puas dengan hasil  pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 yang diumumkan oleh BKPSDM Provinsi Papua Tengah.

Example 300x600

Beberapa oknum pelaku pemalangan tersebut diketahui beralamat di Kelurahan Siriwini, di RT 09 dan 10. Sebanyak dua oknum pelamar diketahui berstatusnya. Bahkan sudah bekerja dengan status honorer tenaga Kesehatan yang dikabarkan lebih dari lima Tahun.

Sayangnya, mereka  tidak lulus dalam seleksi CPNS formasi tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui kantor BKPSDM.

Pantauan media Kalawaibumiofi.com beberapa pemuda yang tidak lulus CPNS meminta agar hasil pengumuman tersebut dibatalkan. Hal ini disebabkan karena mereka (pelaku) sebagai anak asli Papua (OAP) Nabire. Yang sudah mendaftarkan diri dan mengikuti semua tahapan seleksi dengan nilai yang cukup tinggi namun tidak lulus.

Aksi tersebut dilakukan pelaku Bersama orang tua, karena merasa tidak puas dengan hasil yang diterima. Mereka pun meminta agar lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua (DPRP) serta DPRK Nabire, melakukan berkoordinasi dengan menghadirkan kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, guna menjelaskan penyebab anak – anak OAP asli Nabire tidak lulus.

Dalam orasinya, salah seorang ibu berinisial MR, menyampaikan dengan tegas bahwa saban hari sebagai orang tua, memohon doa agar anak-anaknya bisa lulus CPNS dan menjadi pegawai negeri, namun faktanya berbeda dari harapan.

“Kenapa sebagai anak asli Papua harus menjadi penonton di atas negerinya sendiri. Ini sepertinya orang lain yang bukan orang asli Nabire menjadi senang dan menginjak-injak harga diri kami,” tegasnya.

Salah satu orang tua yang ikut hadir dalam kesempatan ini, SW ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa anaknya.

Ia pun bertanya standar nilai yang ditawarkan oleh pemerintan untuk lulus CPNS. Mengingat, anaknya yang mengikuti seleksi atau tes CPNS dan nilainya sudah di atas 200 hingga 300.

“Terus ketentuan lulus CPNS itu harus nilai berapa kah?,” tanya Waiky tegas.

Orasi ini berlangsung kurang lebih 2 jam lamanya hingga Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, dan akan buahnya.

Dihadapan Kapolres, para pelamar dan Ortu meminta agar ketua MRP, DPRP dan DPRK bersama kepala BKPSDM untuk dihadirkan.

Sang Kapolres pun berupaya menghubungi beberapa pejabat yang dimaksud, namun tidak ada yang merespon lantaran sudah larut malam, sekitar pukul 23.00 malam.’

Akhirnya, melalui penjelasan Kapolres Tatirau, palang pun dibuka pada pukul 00.30 WIT dan masa membubarkan diri.[*]

Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

Example 300250
Example 120x600