Nabire, Kalawaibumiofi.com | Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, mengungkapkan bahwa Dinas yang dipimpinnya memiliki tiga program prioritas untuk tahun 2026.
“Pertama, program BANGGA Papua, kedua, pembangunan panti asuhan di Nabire, dan ketiga, pengembangan ekonomi,” ungkap Misikmbo melalui selulernya kepada Kalawaibumiofi, Senin (23/02/2026) malam.
Ia menjelaskan, program BANGGA Papua Fokus Insentif Balita dan Anak dengan target pemberian insentif kepada balita atau anak usia 0 – 5 tahun dari keluarga kurang mampu.
Penerima manfaat adalah bukan pegawai negeri, pengusaha, TNI/Polri, atau pejabat BUMN/BUMD. Program itu akan menyasar kepada Masyarakat atau orang asli papua (OAP) warga dari delapan Kabupaten.
“Maka penerima manfaat harus membuktikan domisilinya dengan menunjukan dokumen kependudukan seperti, KTP-el orang tua, Kartu Keluarga, atau surat keterangan dari kepala kampung/lurah. Untuk 2026 program akan difokuskan di Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya, dengan target 1.000 anak per kabupaten.
“Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti gizi dan kesehatan,” jelas Misikmbo.
“Jadi, sasarannya benar-benar keluarga tidak mampu. Sehingga balita, dan anak terjamin,” tambahnya.
Sementara program kedua adalah pembangunan panti asuhan di Nabire. Panti ini dibanghun untuk menampung anak terlantar akibat konflik sosial dan keamanan di kabupaten seperti Intan Jaya dan Puncak.
Sebab saat ini menurut Roni, banyak anak kehilangan tempat tinggal dan pendidikan akibat situasi tersebut.
“Panti ini akan menjadi tempat perlindungan sekaligus pusat pembinaan pendidikan, memastikan anak-anak mendapat hak dasar mereka. Saat ini, kami sedang mencari lokasi dan pola penanganan. Pasti dibangun tahun ini di Nabire,” ujarnya.
Lanjut Roni, program ketiga adalah pemberian bantuan motor kepada pemuda pengangguran di enam kabupaten Papua Tengah (selain Nabire dan Mimika). Inisiatif ini digagas Gubernur Meki Nawipa untuk mengatasi pengangguran tinggi di daerah dengan akses transportasi terbatas.
Bantuan ini diharapkan mengurangi pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Motor ini bisa digunakan pemuda sebagai ojek untuk mengantarkan ibu-ibu penjual ke pasar, mendukung distribusi hasil bumi, dan usaha kecil. Dengan begitu, perputaran ekonomi meningkat dan kesejahteraan masyarakat membaik,” tandas Misikmbo.
Roni Misikmbo, mengakuh akan akan selalu siap untuk mendukung penuh Program Strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Sosial yang dipimpinnya. [*]















