Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

TNI AL Tekankan Kesiagaan Hadapi Ancaman Maritim

0
×

TNI AL Tekankan Kesiagaan Hadapi Ancaman Maritim

Sebarkan artikel ini

Nabire, Kalawaibumiofi.com | TNI Angkatan Laut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika keamanan maritim, perkembangan teknologi militer, hingga ancaman bencana alam. Pesan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Angkatan Laut di Pangkalan TNI AL Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (10/9/2026).

Upacara tersebut mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Amanat Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dibacakan oleh Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla.

Dalam amanatnya, Muhammad Ali mengatakan peringatan HUT ke-81 TNI AL tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan dan kesiapan TNI AL menghadapi tantangan masa depan.

Menurut dia, laut memiliki posisi strategis bagi Indonesia sebagai ruang kedaulatan, penghubung antarwilayah, jalur perdagangan dan komunikasi, serta sumber daya dan energi. Karena itu, TNI AL dituntut selalu siap menjaga wilayah maritim sesuai amanat undang-undang. Ia juga menyoroti semakin kompleksnya kompetisi global dan dinamika geopolitik.

“Ancaman terhadap suatu negara tidak hanya berbentuk konflik militer terbuka, tetapi juga perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, gangguan infrastruktur, aktivitas grey zone, hingga penggunaan kekuatan militer,” ujarnya.

Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, sensor, senjata jarak jauh, pengolahan data, dan sistem informasi juga mengubah pola operasi militer. Kondisi tersebut menuntut TNI AL terus bertransformasi dan berinovasi.

“Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan cara berpikir masa lalu,” demikian salah satu penekanan dalam amanat tersebut.

Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), menurut Muhammad Ali, tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kekuatan pertahanan. Namun, alutsista saja tidak cukup. Kesiapan juga membutuhkan prajurit yang kompeten, doktrin dan organisasi yang relevan, sistem komando dan kendali, jaringan informasi terintegrasi, serta dukungan logistik yang mampu menjamin keberlanjutan operasi.

Muhammad Ali juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan TNI AL harus mencakup ancaman nonmiliter. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung api, serta bencana alam lainnya dapat mengganggu rantai pasok, menimbulkan krisis sosial, dan membutuhkan kehadiran negara secara cepat.

Karena itu, ia memerintahkan seluruh prajurit dan alutsista TNI AL selalu siap dikerahkan untuk membantu negara dan masyarakat.

Selain menjaga pertahanan maritim, TNI AL juga memperkuat kehadiran di tengah masyarakat melalui berbagai program, antara lain Aku Cinta Laut, pembersihan pantai, sungai dan laut, bantuan sosial, penyediaan makanan bergizi gratis, penyaluran kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan gratis, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam amanat tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut memberikan tiga penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AL:

Pertama, setiap satuan harus menjaga kesiapsiagaan operasi dan mampu melaksanakan tugas secara profesional serta efektif di seluruh spektrum operasi.

Kedua, prajurit diminta menjaga profesionalisme, disiplin, dan integritas serta memastikan setiap sikap dan tindakan mencerminkan kehormatan institusi TNI.

Ketiga, memperkuat sinergi melalui peningkatan kerja sama internal dan interoperabilitas antarsatuan TNI.

Peringatan HUT ke-81 TNI AL di Nabire menjadi momentum untuk menegaskan kembali kesiapan prajurit Jalasena dalam menjaga wilayah maritim sekaligus hadir membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan dan keadaan darurat. [*]

error: Content is protected !!