Berita

Update BMKG (24/8): Papua Tengah Terpantau 632 Titik Panas, Nabire dan Dogiyai Terbanyak

4
Tingkat Kemudahan Terbakar di Lapisan Permukaan Tanah ( Fine Fuel Moisture Code ), Berlaku : 25 Agustus 2026. Senin (24/8/2026), – Dok Untuk Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Douw Aturure Nabire merilis laporan resmi El‑Niño dan sebaran titik panas per 24 Agustus 2026, menegaskan kondisi El‑Niño Sangat Kuat sedang berlangsung dan berpotensi makin menguat hingga akhir tahun, disertai 632 titik panas yang tersebar di delapan wilayah kabupaten se‑Provinsi Papua Tengah.

Berdasarkan data pemantauan, nilai Indeks Osilasi Selatan (SOI) mencapai ‑19,7 serta Indeks Nino 3.4 sebesar +2,3 — angka yang secara tegas menetapkan status El‑Niño Sangat Kuat. Fenomena ini mulai aktif sejak periode Mei–Juni dan diprediksi terus berpengaruh kuat hingga akhir tahun, dengan puncak musim kemarau yang berlangsung pada rentang Agustus hingga September 2026.

Berikut Data Pendukung pencegahan kebakaran hutan & lahan :
Peta Sebaran Titik Panas Wil. Indonesia, Update 23 Agustus 2026

“Kondisi ini berdampak nyata: berkurangnya curah hujan, bertambahnya hari tanpa hujan, cadangan air berkurang, suhu udara meningkat, tanah makin kering, sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan serta lahan makin tinggi,” demikian bunyi pernyataan resmi yang disusun oleh Husain dan disetujui Kepala Stasiun BMKG Nabire, Vic Casey D. Wiai.

Freq Titik Panas 24 Jam Terakhir, Update 24 Agustus 2026, Pukul 10.20 WIT

Bersamaan dengan pemantauan iklim, BMKG juga merilis data lengkap hasil pantauan satelit NOAA‑20, SNPP, AQUA dan TERRA yang terekam per tanggal 23 Agustus serta dirangkum pukul 09.00 WIT 24 Agustus 2026: tercatat total 632 titik panas, terdiri dari 39 tingkat kepercayaan rendah, 560 tingkat kepercayaan sedang, dan 33 titik berkepercayaan tinggi — artinya kemungkinan besar sudah ada api yang benar‑benar menyala dan butuh segera ditangani.

Tingkat Kemudahan Terbakar di Lapisan Permukaan Tanah ( Fine Fuel Moisture Code ), Berlaku : 25 Agustus 2026

Sebaran jumlah per kabupaten:

  1.  Nabire, 259 titik — terbanyak.
  2.  Dogiyai, 186 titik.
  3.  Paniai, 87 titik.
  4.  Puncak, 44 titik.
  5.  Intan Jaya, 39 titik.
  6.  Deiyai, 13 titik.
  7.  Puncak Jaya, 3 titik.
  8.  Mimika, hanya 1 titik — paling sedikit

Titik‑titik berkepercayaan tinggi yang teramati berulang kali dan menyebar luas tercatat di Nabire (Menou, Dipa, Nabire Barat, Wanggar, Yaro, Yaur, Uwapa, Teluk Umar), Dogiyai (terutama Distrik Kamu, Kamu Selatan/Timur/Utara, Mapia, Piyaiye), Intan Jaya (Biandoga, Homeyo, Wandai), Paniai serta wilayah Puncak. Titik‑titik tersebut muncul berulang kali dari pagi hingga tengah malam — menunjukkan api tetap menyala dan belum padam.

Merespons situasi yang makin memburuk ini, BMKG Nabire menyampaikan enam poin himbauan penting:

  1. Jadikan informasi ini sebagai dasar bersiap dan bertindak;
  2. DILARANG membakar hutan, semak, lahan maupun sampah — terutama di kawasan rawan seperti tanah gambut, hutan kering dan ladang. Bila melihat asap atau api, segera laporkan ke pihak berwenang agar segera dipadamkan sebelum meluas!;
  3. Instansi terkait diminta meningkatkan patroli gabungan, mengawasi pembukaan lahan, serta menyampaikan bahaya kebakaran ke seluruh masyarakat;
  4. Siapkan cadangan air bersih, alat pemadam sederhana, persiapkan sumber air di setiap kampung dan distrik;
  5. Segera laporkan setiap tanda api, asap, atau titik panas yang terlihat;
  6. Selalu ikuti perkembangan resmi, cuaca, iklim, El‑Niño serta data terbaru dari BMKG setempat.

“Kita sedang berada di masa yang butuh kewaspadaan paling tinggi. Musim kemarau yang panjang bersamaan El‑Niño membuat tanah kita makin kering dan mudah terbakar. Mari kita jaga bersama, jangan sampai api yang kita buat sendiri justru merugikan kita semua,” pesan BMKG Nabire. [*]

(Sumber: BMKG Stasiun Douw Aturure Nabire – laporan resmi El‑Niño dan Hotspot 23 Agustus 2026). 

error: Content is protected !!
Exit mobile version