Nabire, Kalawaibumiofi. com | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, dalam sambutan pelantikan pengurus HIPMI Papua Tengah pada Sabtu (07/02/2026), menekankan komitmen Pwmproh untuk mendukung pemuda membangun daerah dengan kekayaan sumber daya alam.
Deinas menyoroti sejarah HIPMI yang terbentuk sejak 1971, berdiri tegas tanpa menyimpang, sehingga melahirkan pengusaha besar di Indonesia, khususnya Papua Tengah.
“Organisasi ini tidak ke kiri dan tidak ke kanan. Jika menyimpang, tidak akan berkembang,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi kekayaan alam Papua Tengah yang melimpah, tapi sumber daya manusia masih perlu diperkuat. Meski Papua pertama menerima Injil dan memiliki nilai sosial tinggi, Papua belum menguasai bisnis, perdagangan, dan kewirausahaan, sehingga sering tertinggal.
“Maka kehadiran Ketua Umum HIPMI Papua Tengah, menjadi momentum membuka wawasan dan peluang bagi generasi muda di Provinsi ini, ” ujarnya.
Deinas mengajak pemuda Papua Tengah untuk berkolaborasi dengan saudara non Papua, baikbdari Jawa, Makassar, Toraja, Ambon, dan daerah lain untuk berkolaborasi membangun Papua Tengah.
Ia juga membandingkan pertumbuhan ruko di sekitar Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang digerakkan pengusaha, bukan Pemerintah.
“Datang, bergandengan tangan, bangun Nabire dan Papua Tengah bersama-sama. Jika menutup diri, Papua tak akan maju,” tegasnya,
Deinas, mendorong pemuda berpikir jangka panjang 20 tahun ke depan, berani jadi pengusaha ketimbang hanya ASN, karena pengusaha ciptakan lapangan kerja.
“Pemerintah buat kebijakan, pengusaha gerakkan ekonomi,” katanya. Ia juga menekankan persatuan: “Jangan terpecah-belah, atau pesan ini sia-sia. Dalam 5-10 tahun, kalian akan sukses.”
Akhirnya, Geley berpesan kepada pemuda melalui HIPMI untuk menghentikan dan menjauhi minuman keras dan jauhi seks bebas.
Sebab hal ini akan merusak masa depan. Ingat! Dengan APBD triliunan rupiah, uang harus berputar di Papua, dikelola pemuda lewat usaha.
“Mari bangun Provinsi ini dari hati dengan persatuan, kerja keras, dan keberanian. Papua Tengah rumah bagi semua orang Papua, Toraja, Jawa, Bugis, Ambon. Kalau bukan kita, siapa lagi?” pesannya. [*]















