Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni meminta jajaran Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Papua menjadikan momentum pengukuhan kepengurusan sebagai titik awal untuk menyiapkan generasi pemimpin Papua masa depan.
Organisasi menurutnya, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Melainkan harus menjadi ruang pembinaan kader dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yanni kepada puluhan pengurus PPIR Papua dalam pertemuan konsolidasi pasca pengukuhan di Jayapura, Kamis (04/06/2024).
Dalam pertemuan itu, Yanni mengingatkan bahwa tantangan terbesar sebuah organisasi bukan terletak pada proses pembentukan pengurus. Tantangan sesungguhnya adalah kemampuan melahirkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.
“Jangan berhenti pada pelantikan. Organisasi harus melahirkan karya, melahirkan kader, dan melahirkan pengabdian yang dirasakan masyarakat,” kata Yanni.
Menurutnya, Papua membutuhkan lebih banyak pemimpin yang tumbuh dari pengalaman melayani masyarakat. Pemimpin yang memahami persoalan rakyat dari dekat.
Sebab, pemimpin yang terbiasa bekerja dalam disiplin organisasi. Pemimpin yang memiliki rekam jejak pengabdian, bukan hanya mengandalkan popularitas.
Menyiapkan Pemimpin
Yanni meminta PPIR mulai memetakan kader-kader potensial sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan secara terencana dan berkesinambungan.
Ia menilai proses kaderisasi sering kali diabaikan karena perhatian organisasi tersita pada agenda jangka pendek. Akibatnya, banyak daerah mengalami kekurangan figur yang benar-benar siap memimpin ketika momentum politik tiba.
Karena itu, Yanni mendorong PPIR membangun sistem pembinaan yang baik. Kader-kader muda perlu diberikan ruang untuk belajar, mengabdi, serta memahami persoalan masyarakat secara langsung.
“Kalau ada kader yang baik, yang sudah bekerja dan teruji di tengah masyarakat, siapkan mereka. Dari sekarang harus sudah terlihat siapa yang kelak siap menjadi anggota DPR/DPRD, siapa yang siap memimpin daerah, siapa yang siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Yanni, politik yang sehat tidak lahir dari proses yang serba mendadak. Kepemimpinan membutuhkan waktu untuk ditempa. Pengalaman, karakter, dan kemampuan membaca persoalan tidak dapat dibangun dalam hitungan bulan.
Ia juga mengingatkan bahwa para purnawirawan memiliki modal berharga yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Pengalaman panjang dalam mengabdi kepada bangsa dan negara dapat menjadi modal dasar dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat.
“Seragam boleh dilepas. Masa tugas boleh berakhir. Pengabdian kepada bangsa tidak pernah selesai,” kata Yanni.
Bagi Yanni, keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukurannya terletak pada kemampuan melahirkan orang-orang yang siap mengambil tanggung jawab ketika masyarakat membutuhkan.
Memperkuat Organisasi
Selain menekankan pentingnya kaderisasi, Yanni juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan PPIR Papua.
Sebagai organisasi induk, Gerindra Papua akan memberikan dukungan bagi pengembangan organisasi, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat yang dapat digunakan sebagai pusat koordinasi dan pembinaan kader.
Menurut Yanni, organisasi yang ingin melahirkan pemimpin berkualitas harus memiliki basis moral yang kuat. Konsolidasi organisasi, komunikasi antarpengurus, dan penguatan struktur menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ia berharap PPIR dapat berkembang menjadi wadah yang mampu menghimpun pengalaman, gagasan, dan semangat pengabdian untuk kepentingan masyarakat Papua.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Yanni menilai Papua membutuhkan lebih banyak organisasi yang mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul. Persaingan pada masa depan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya alam terbesar, melainkan oleh siapa yang berhasil menyiapkan manusia terbaiknya.
Bagi Yanni, masa depan Papua tidak ditentukan oleh siapa yang paling ramai menjelang pemilu. Masa depan Papua ditentukan oleh siapa yang paling serius menyiapkan manusia-manusia terbaiknya sejak hari ini.
“Dalam politik, jabatan bisa dicari dalam hitungan bulan. Pemimpin tidak. Pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu kaderisasi di Gerindra adalah investasi paling berharga yang bisa diwariskan kepada Papua,” ujarnya. (Davine)
