*Sebuah refleksi Oleh: Pdm. Sambena Inggeruhi
Matius 15:8. Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Ayat ini sebelumnya Yesaya yang menyampaikan atas konfirmasi Tuhan atas kejahatan bangsa Israel.
Yesaya 29:13
Dan Tuhan telah berfirman :
“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Lima (5) Februari 2026 genap 171 Tahun terang Injil Kristus masuk di Papua. Sudahkan injil benar-benar menjadi terang keselamatan bagi tanah dan manusia Papua?? Sudahkah menjadi berkat?? Atau malah sebaliknya menjadi ‘kutukan’ bagi orang Papua??
Merujuk kepada ayat diatas : menjadi refleksi bagi kita semua, sudahkah orang Papua Benar-benar mengenal Tuhan dengan baik??
Jika kita sebaliknya menolak Tuhan, dan tidak dengar-dengaran maka ayat 14 dari Yesaya 29:14
maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”
Nabi Hosea juga melihat dosa bangsa Israel: Hosea 4:1
Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.
Firman Tuhan itu berhubungan dengan bangsa. Papua adalah sebuah bangsa yang diselamatkan oleh Injil sejak 5 Februari 1855.
171 tahun apakah kita benar-benar menyembah Tuhan dengan hati, dan dengan segala kekuatan kita. Sudahkah kita mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh. Karena ini perintah yang utama. Ulangan 6:4
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Ulangan 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Hal yang sama disampaikan oleh Tuhan Yesus:
Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Matius 22:38
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
171 Tahun harus menjadi catatan penting bagi refleksi iman orang Papua. Sehingga tidak ada malapetaka bagi kita.
Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semuanya dan SELAMAT MERAYAKAN HUT PEKABARAN INJIL DI TANAH PAPUA 5 FEBRUARI.

















