Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Nabire menggelar pelatihan Public Speaking dan Pembawa Acara atau Master of Ceremony (MC). Kegiatan ini berlangsung selama satu hari di Studio Gereja Katolik Paroki KSK Nabire, Papua Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Pelatihan digelar dengan Tema, “Grow Stronger, Level Up” dengan slogan “Berani Berbicara, Siap Bergerak”, yang bertujuan untuk mencetak generasi muda yang eksis, konsisten, berkarakter, dan penuh percaya diri dalam membawa acara.
Plt Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Vivian Gobay, S.STP., M.M, dalam sambutan sekaligus pemaparan materi umumnya. Vivian menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Pemuda Katolik Komisariat Cabang Nabire menggelar kegiatan yang sangat relevan dengan kebutuhan anak muda masa kini.
Menurut Vivian, kemampuan berbicara di depan umum dan menjadi pembawa acara bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang harus dilatih. Ia memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta untuk memulai langkah besar dari hal-hal sederhana.
“Beranilah aktif dalam hal-hal kecil untuk menciptakan hal yang luar biasa. Jika ingin menjadi MC yang handal, maka penguasaan kemampuan berbicara di depan umum adalah kunci utamanya,” pesan Vivian di hadapan 37 para peserta dan pengurus Pemuda Katolik Cabang Nabire.
Vivian menjelaskan, teknik dasar menjadi MC yang baik, diantaranya harus memiliki kesiapan materi, keberanian tampil, kepercayaan diri, serta ketenangan dalam mengendalikan suasana. Vivian berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan ke depan, agar semakin banyak pemuda Papua yang memiliki pengalaman dan keterampilan memadai untuk tampil di ruang publik.
“Kegiatan ini sangat bagus sebagai langkah awal. Ke depan harus ada pelatihan-pelatihan lanjutan, supaya generasi muda Papua semakin siap tampil dan berkarya,” ujar Vivian.
Setelah pemberian arahan dan materi dasar, sesi materi dilanjutkan oleh dua pemateri andalan dari bagian Umum, Setda Papua Tengah Yakni Natalia Agapa dan dan Anastasia Padwa.
Natalia, membawakan materi khusus mengenai teknik dan seni berbicara di depan umum. Ia menekankan bahwa public speaking bukan hanya soal berbicara, melainkan seni menyampaikan ide, pesan, dan informasi secara jelas, membangun citra diri, serta kemampuan mempengaruhi orang lain ke arah positif.
“Kemampuan ini sangat krusial bagi pemuda, karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, membantu menyampaikan gagasan secara efektif, membuka peluang karir dan pendidikan, serta memperluas jaringan sosial,” jelas Natalia.
Sementara itu, Anastasia Padwa mendampingi dengan materials seputar teknik pembawaan acara hingga penguatan mental. Anastasia membekali peserta dengan kiat-kiat teknis seperti pengaturan intonasi suara, tempo bicara, kontak mata, dan bahasa tubuh yang tepat. Tak hanya itu, Anastasia juga memberikan solusi mengatasi rasa gugup atau ketakutan tampil di depan umum, yakni dengan cara fokus pada pesan yang disampaikan, latihan berulang kali, dan membangun keyakinan diri.
“Intinya saat membawa acara, jangan sampai gugup tetapi fokus pada apa yang disampaikan,’ ungkapnya.
Menariknya, Anastasia juga menyisipkan materi penguatan mental melalui filosofi Stoisisme, yang mengajarkan seseorang untuk tenang: fokus pada hal yang bisa dikendalikan, dan menerima dengan lapang dada hal-hal yang berada di luar kendali diri.
Setelah sesi materi dan istirahat makan siang, kegiatan memasuki tahap puncak, yaitu pembagian kelompok untuk praktek langsung. Seluruh peserta tampak sangat antusias, bersemangat, dan menikmati setiap sesi latihan. Mereka bergantian tampil berbicara dan mempraktikkan cara membawakan acara di depan rekan-rekannya.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kegiatan sangat hidup dan positif. Para peserta terlihat menikmati proses pembelajaran, saling menyimak, dan memberikan dukungan satu sama lain.
Natalia Agapa, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Nabire ini berharap, melalui pelatihan ini, lahir pemuda-pemudi yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga komunikatif, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi membawa perubahan positif di tengah masyarakat Papua Tengah.
Natalia juga, atas nama seluruh peserta dan pengurut, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Vivian Gobai yang sudah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pelatihan ini.
“Terima kasih kepada ibu Vivian karena semangat dan partisipasinya, kegiatan ini dapat terlaksana. Ugatame Berkati ibu dan keluarga,” tandasnya. [*]
