Tanah Papua

Aksi Demo di Pasar Karang Tumaritis Berlangsung Aman dan Kondusif

17
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu saat bernegosiasi dengan para pendemo, Selasa (7/4/2026), – Kalawai/Alvi.

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Aksi demonstrasi yang digelar pada Selasa (7/4/2026) di Kabupaten Nabire – Papua Tengah, tersebar di lima titik berbeda. Lokasi tersebut meliputi SP 1 Nabire Barat, Wadio samping Hotel Adamant, depan Kampus USWIM Nabire, depan RSUD Siriwini, serta depan kios Pasar Karang Tumaritis.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu bersama Dandim 1705/Nabire saat meninjau langsung aksi orasi di pasar karang, Selasa (7/4/2026), – Kalawai/Alvi.

Koordinator dari KNPB Nabire, Ando Douw, menyampaikan bahwa seluruh massa diberikan kebebasan untuk berorasi, namun harus tetap berada dalam koordinasi dan komando yang terarah agar pelaksanaan berjalan lancar.

“Kita memiliki kebebasan dalam berorasi, tetapi tetap dalam koordinasi agar pelaksanaan berjalan baik dan lancar. Teman-teman mahasiswa dan lainnya harus tetap dalam satu komando serta tidak boleh berorasi di luar batas yang telah ditentukan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (7/4/2026).

Terkait rencana long march yang sebelumnya tidak disarankan oleh pihak keamanan, Ando Douw menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan koordinator lapangan dan peserta aksi di titik lainnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama aksi adalah menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), namun keputusan akhir masih menunggu kesepakatan bersama.

“Kami akan koordinasikan kembali dengan koordinator lapangan dan teman-teman lainnya, karena tujuan aksi ini di Kantor DPR PT. Kami masih menunggu massa dari titik lainnya,” tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, aksi demonstrasi berlangsung aman dan kondusif. Di titik Pasar Karang Tumaritis, orasi pembuka disampaikan oleh Allow Douw, mahasiswa USWIM Nabire yang mengenakan almamater merah.

Allo Douw dalam orasinya depan kios Pasar karang, sebelum menuju ke Kantor DPR PT Papua Tengah, Selasa (7/04/2026). Kalawai/Alvi

Ia menyuarakan berbagai tuntutan bersama massa dari Front Rakyat Bergerak dan mahasiswa dengan tema “Tutup PT Freeport, Kembalikan Otonomi Khusus, dan Bubarkan MRP”.

Sejumlah peserta aksi juga membawa spanduk dan tulisan aspirasi seperti “Tolak PSN Merauke”, “Usut Tuntas Dogiyai Berdarah”, dan “Papua Bukan Tanah Kosong”.

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu bersama Dandim 1705/Nabire Letkol ARH Dwi Palwanto turun langsung memantau jalannya aksi dan memberikan himbauan keamanan.

“Yang penting taati aturan, berorasi dalam satu komando, tidak mengganggu aktivitas lalu lintas, serta tetap aman dan kondusif,” kata Kapolres Tatiratu.

Senada, Dandim Dwi Palwanto menegaskan, “Tetap jaga situasi aman dan kondusif, jangan sampai ada tindakan anarkis di luar prosedur yang telah ditetapkan.”

Usai memberikan himbauan, Kapolres Nabire dan Dandim Nabire melanjutkan perjalanan memantau beberapa titik aksi lainnya sebelum akhirnya berkumpul kembali bersama massa demonstran di Kantor DPR PT. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version