Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sejumlah pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan kerja di Bandara Douw Aturure, Nabire, Senin sore (20/4/2026).
Aspirasi ini disampaikan oleh Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote, didampingi jajaran pengurus, antara lain Wakil Ketua Bidang Pendidikan Komda Papua Tengah Hengky Yeimo, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Pemuda Katolik Pusat Arnold Douw, serta Bendahara Umum Pemuda Katolik Papua Tengah Kristina Waine.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Tino Mote menegaskan pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap situasi keamanan di Papua, khususnya terkait keberadaan pasukan non-organik yang dinilai meresahkan masyarakat.
“Kami mohon agar pemerintah pusat menarik pasukan non-organik dari Papua. Kehadiran mereka dinilai sering memicu konflik di daerah kami, khususnya di wilayah Papua Tengah,” ujar Tino dalam penyampaiannya.
Ia juga menyoroti bahwa konflik yang terus berlangsung berdampak pada meningkatnya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di berbagai wilayah, seperti Intan Jaya, Puncak Papua, dan Dogiyai. Menurutnya, sejumlah kasus hingga kini belum terselesaikan secara tuntas dan adil.
“Akibat konflik yang berulang, pelanggaran HAM terjadi di mana-mana. Sementara itu, kasus di Kabupaten Dogiyai maupun konflik di wilayah Puncak, khususnya di Sinak, hingga kini belum diselesaikan dengan baik,” katanya.
Secara prinsip, Pemuda Katolik menilai bahwa pendekatan keamanan saja belum sepenuhnya mampu menyelesaikan akar persoalan di Papua. Mereka mendorong pemerintah untuk lebih mengedepankan dialog dan pendekatan kemanusiaan.
Aspirasi Infrastruktur Jalan Nabire–Ilaga
Selain isu keamanan dan HAM, delegasi Pemuda Katolik juga menyampaikan permohonan terkait pembangunan infrastruktur, khususnya ruas jalan strategis yang menghubungkan Nabire dan Ilaga.
Tino Mote menegaskan bahwa akses jalan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kelancaran pelayanan dasar.
“Kami juga meminta agar pemerintah melalui kementerian terkait segera membangun jalan trans Nabire–Ilaga, serta memperbaiki ruas jalan yang saat ini dalam kondisi rusak,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pembangunan di Papua Tengah, sehingga diperlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah pusat.
Aspirasi yang disampaikan tersebut, lanjut Tino, merupakan suara masyarakat Papua Tengah yang dititipkan melalui Pemuda Katolik sebagai representasi generasi muda.
Pertemuan itu berlangsung singkat di sela-sela agenda kunjungan Wakil Presiden di Nabire, namun diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat Papua. [*]


















