Moanemani, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, menegaskan komitmen mempercepat pembangunan pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Dogiyai, termasuk mendirikan sekolah terintegrasi jenjang SD–SMP–SMA yang lengkap dengan asrama. Pernyataan itu disampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan Asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026).
Gubernur Nawipa menekankan, pembangunan hanya akan bermakna jika tidak dihalangi palang, pungutan liar, atau perilaku yang merugikan kemajuan daerah.
“Kita anak negeri sudah jadi pemimpin di negeri ini, kita bangun negeri ini dengan baik. Saya berkomitmen akan membangun sekolah di sini, saya fasilitasi semuanya lengkap. Tapi yang penting, orang yang punya tanah ini jangan seperti tempat-tempat lain, setelah bangun, pasang palang. Itu yang tidak boleh,” tegas Gubernur Gubernur didampingi Bupati Dogiyai Yudas Tebai dan Wakilnya.
Sekolah Terintegrasi SD–SMP–SMA, Jalan dan Listrik Dipercepat
Gubernur menyampaikan telah berdiskusi dengan Bupati Dogiyai untuk menyatukan upaya pembangunan pendidikan. Sekolah terintegrasi SD, SMP, dan SMA rencananya akan dikelola bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten agar kualitas layanan pendidikan semakin baik.
“Tadi saya sudah bicara dengan Pak Bupati. Bagaimana kalau ada sekolah yang terintegrasi SD, SMP, SMA, diambil alih oleh Gubernur? Supaya ada yang Bupati kerjakan, ada yang Gubernur kerjakan. Jadi ini yang akan kita buat,” ujarnya.
Ia juga memuji kemajuan jalan yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Jalan yang biasanya butuh waktu 30 menit tanpa aspal, diperkirakan hanya 5 menit jika sudah beraspal mulus. Listrik dan jaringan komunikasi juga akan disambungkan hingga ke lokasi ini guna mendukung pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar.
“Kalau asfal sudah sampai di sini, listrik juga masuk sampai di sini, kita cari apa? Jalan sudah ada, bangunan sudah ada, telepon sudah ada, kita bisa video call. Maka itu saya berkomitmen akan bangun sekolah di sini, lengkap dengan fasilitasnya,” jelasnya.
Larangan Palang, Pungutan, Pinang dan Miras demi Kemajuan Bersama
Gubernur secara khusus meminta masyarakat menjaga ketertiban dan tidak menghalangi pembangunan dengan pungutan liar atau pemasangan palang jalan. Selain itu, ia menghimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi pinang dan minuman keras yang dapat menghambat kemajuan bersama.
“Tidak boleh palang, tidak boleh minta-minta uang permisi, karena ini untuk pembangunan masyarakat sendiri. Tidak boleh pinang, tidak boleh minuman keras. Itu bagus, tetap konsisten. Pinang bukan budaya kita, mabuk itu tidak boleh karena itu bukan kita punya minuman. Ini yang merusak negeri kita,” imbaunya.
Gubernur juga menyampaikan suara rakyat yang diterimanya saat pemilihan menjadi amanah pembangunan, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Masyarakat memberi saya 30 ribu suara, gabungan 67 ribu suara. Suara ini tidak saya kasih uang, tapi saya kasih pembangunan. Kita bangun jalan, kita bangun sekolah, besok kita bangun pasar di Moanemani, supaya Mama Papua bisa jualan dengan baik,” tuturnya.
Bupati Dogiyai Sambut Langkah Sinergi
Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyambut baik kunjungan kerja Gubernur yang merupakan kali kedua sejak Papua Tengah berdiri. Ia menilai kunjungan ini momen bersejarah bagi kemajuan Kabupaten Dogiyai.
“Kami menyambut dengan hangat kedatangan Bapak Gubernur ke Tanah Dogiyai. Ini kunjungan kerja Gubernur yang kedua. Sejak dulu hingga sekarang, kehadiran Bapak Gubernur di sini adalah bukti perhatian nyata terhadap pembangunan di Tanah Dogiyai. Apapun kebijakan yang diambil, kami terima dan kami dukung sepenuhnya demi kemajuan bersama,” ujar Yudas Tebai.
Kegiatan peletakan batu pertama ini menjadi awal sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. [*]
